Jumat 25 September 2020, 05:00 WIB

Sumbar Pecahkan Rekor Terpapar

LD/YH/OL/PT/N-1 | Nusantara
Sumbar Pecahkan Rekor Terpapar

ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Sejumlah petugas mencatat identitas santri saat kedatangan kembali di kompleks Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Ngaglik, Sleman, Yogyakarta

 

KLASTER pendidikan menghantui Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sebanyak 127 santri pondok pesantren di Purwokerto dievakuasi karena positif covid-19 berdasarkan hasil tes usap.

Jumlah santri yang positif covid-19 bisa saja bertambah karena data santri yang diterima masih sebagian. Bupati Banyumas Achmad Husein mengungkapkan pihaknya melakukan tes usap terhadap 292 dari 588 santri di salah satu ponpes.

Hasil yang sudah diterima baru 292 yang menyebutkan 127 santri positif. “Masih ada 89 santri lagi yang belum keluar hasil tes usapnya. Terhadap 76 santri yang negatif dipulangkan ke rumah masing-masing,” jelasnya, Kamis (25/9).

Santri yang positif covid-19 diisolasi di Balai Diklat Baturraden milik Pemkab Banyumas. Secara terpisah, Kemenag Banyumas juga melakukan tes usap kepada seluruh pegawai pascameninggalnya seorang rekan mereka karena positif covid-19.

Sumatra Barat memecahkan rekor harian dengan terpaparnya 300 orang kemarin, 2 orang di antaranya pejabat tinggi bidang kesehatan setempat. Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal menyebutkan pejabat yang terpapar yakni Kepala Dinkes Sumbar Arry Yuswandi dan Direktur Rumah Sakit Achmad Muchtar Bukittinggi, Khairul Said.

Kadinkes Sumbar akhir-akhir ini mengikuti sejumlah kegiatan bersama Wagub Sumbar Nasrul Abit ke daerah Pasaman. Nasrul Abit sudah mengikuti tes usap dan hasilnya negatif, sedangkan  Khairul diduga terpapar dari aktivitas sehari-hari di rumah sakit. Dengan tambahan 300 kasus, total kasus positif covid-19 di Sumbar telah mencapai 5.100 orang.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengungkapkan sudah lebih  20 pegawai dekat­nya yang melayani di rumah dinas gubernur Jayasabha positif covid-19.  “Terus terang saja, ajudan saya empat-empatnya kena, yang satu sudah sembuh, yang satu lagi juga sudah sembuh, tapi belum saya izinkan masuk.

Sisanya yang dua masih dikarantina. Kemudian pramusajinya, tukang kebunnya, tukang ketiknya, banyak sekali. Jadi tidak main-main virus covid-19 ini,” tandasnya.

Untuk mendisiplinkan war­ganya yang melanggar protokol kesehatan, Bupati Lembata, NTT, Eliazer Yentji Sunur, menerbitkan aturan. Jika ada warga yang tertangkap tidak pakai masker, camat dan kepala desanya diganjar push up di bawah tiang bendera. (LD/YH/OL/PT/N-1)

Baca Juga

MI/Supardji Rasban

Tiga Pelaku Pembobolan 16 Minimarket di Brebes Dibekuk

👤Supardji Rasban 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 02:25 WIB
KEPOLISIAN Resor (Polres) Brebes Jawa Tengah membekuk tiga pelaku spesialis pembobolan minimarket di sejumlaah lokasi di Kabupaten/Kota di...
Antara

Langgar Prokes, Dua THM di Capital Building Ditutup

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 02:05 WIB
SATGAS Penanganan Covid-19 Mebidang menutup sementara dua tempat hiburan malam (THM) yang berada di Capital Building di Kota Medan karena...
Ilustrasi

Cilacap Diterjang Banjir dan Longsor

👤Lilik Darmawan 🕔Senin 19 Oktober 2020, 22:16 WIB
Bencana banjir dan longsor menerjang sejumlah desa di Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) pada Senin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya