Jumat 25 September 2020, 00:30 WIB

Yusril Akhirnya Dapatkan Keadilan di Mahkamah Agung

Yoseph Pencawan | Politik dan Hukum
Yusril Akhirnya Dapatkan Keadilan di Mahkamah Agung

dok.mi
Ilustrasi

 

KOMISI untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara menjadi kuasa hukum seorang warga Kabupaten Mandailing Natal untuk mengajukan gugatan perdata kepada Polsek Panyabungan dan Kejaksaan Negeri terkait hasil putusan Mahkamah Agung.

"Melalui gugatan ini kami ingin membuktikan apakah keadilan itu masih dapat dirasakan oleh masyarakat kecil melalui putusan yang akan diputuskan oleh yang mulia Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mandailing Natal nantinya," kata Ali Isnandar, Kabag Advokasi KontraS Sumut, Kamis malam (24/9)

Kasus yang dialami Yusril, warga Desa Gunung Tua Ipar Pondar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, bermula pada bulan Oktober 2017. Saat itu, terjadi peristiwa pencurian dengan kekerasan di salah satu rumah yang berada di Panyabungan, Kabupaten Mandiling Natal, Sumatra Utara.

Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP-Sidik/131/X/2017/Reskrim, Yusril dituduh telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) sebagaimana yang diatur pada pasal 365 ayat (4) KUHP.

Yusril sama sekali tidak mengetahui dan membantah terlibat dalam peristiwa itu. Namun Yusril justru mendapatkan intimidasi dan tindak kekerasan agar mengaku bahwa ia merupakan pelakunya.

"Karena bingung, terintimidasi dan tidak kuat menahan siksaan akhirnya kuiyakan lah semua tuduhan polisi itu," ujar Yusril.

Pengadilan Negeri Mandailing Natal, melalui putusan Nomor 47/ Pid.B/2018/PN Mdl, kemudian memvonis Yusril bersalah dan memberikan hukuman penjara 3 tahun 6 bulan.

Menurut Ali Isnandar, KontraS Sumut mendapatkan informasi kasus ini sekitar bulan April 2018, melalui Koalisi Masyarakat Sipil Anti Penyiksaan (SIKAP). Dan setelah melakukan investigasi, mereka menemukan banyak kejanggalan dan memutuskan menjadi kuasa hukum Yusril untuk melakukan upaya banding.

Upaya banding tidak sia-sia. Pada bulan Juli 2018, Pengadilan Tinggi Medan melalui putusan Nomor 504/Pid/2018/PT MDN menyatakan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Mandailing Natal Nomor 47/Pid.B/2018/PN Mdl. Yusril dibebaskan dari segala dakwaan dan dikeluarkan dari tahanan.

Kejaksaan Negeri Madina kemudian mengajukan kasasi pada 9 Agustus 2018. Namun Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 944 K/Pid/2018 tanggal 23 Oktober 2018, malah menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Medan. Yusril dinyatakan tidak bersalah dan putusan itu sudah berkuatan hukum tetap (inkracht).

Namun demikian, KontraS dan keluarga Yusril baru mengetahui hasil putusan Mahkamah Agung beberapa bulan belakangan. Selama hampir dua tahun tidak ada informasi sama sekali terkait putusan tersebut.(OL-13)

Baca Juga: LBP Beri Lampu Hijau Perpanjangan PSBB Jakarta

Baca Juga

Antara/Aloysius Jarot

Kreativitas Kampanye Peserta Pilkada Dinilai Masih Minim

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 19:49 WIB
Paslon peserta Pilkada 2020 cenderung memanfaatkan metode kampanye lama. Paling banyak digunakan ialah tatap muka dengan peserta...
Dok MI

Esok Polri Periksa Ahmad Yani Sebagai Pentolan KAMI

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 19:23 WIB
Sebelumnya, ada informasi terkait upaya penangkapan yang dilakukan Polri. Pasalnya, sebanyak 25 penyidik Bareskrim Polri mendatangi rumah...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

KPK Tetapkan Dirut PT PAL Tersangka Kasus PT DI

👤Dhika kusuma winata 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 19:20 WIB
Pengumuman tersangka itu sekaligus dilakukan penahanan terhadap Budiman. Ia ditahan untuk 20 hari ke depan hingga 10 November...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya