Jumat 25 September 2020, 01:45 WIB

Polisi Jadi Korban Penembakan di Louisville

Polisi Jadi Korban Penembakan di Louisville

AFP
Seorang pengunjuk rasa berjalan menuju kantor polisi dengan membawa tanda penghormatan terhadap Breonna Taylor yang ditembak mati oleh polis

 

DUA polisi kemarin menjadi korban penembakan di Kota Louisville, Amerika Serikat, di tengah berlangsungnya unjuk rasa warga. 

Bentrokan muncul setelah pengadilan menyatakan tidak ada polisi yang akan dituntut terkait pembunuhan warga bernama Breonna Taylor. “Kedua polisi masih dirawat dan kondisi mereka stabil,” ungkap penjabat kepala kepolisian AS, Robert Schroeder.

Presiden Donald Trump, yang tengah berkampanye di Pilpres AS dengan tema penegakan hukum, menyatakan ikut berdoa untuk  kesembuhan kedua polisi. “Pemerintah federal selalu mendukung dan siap membantu petugas kepolisian,” tulisnya di Twitter.

Breonna Taylor ditembak mati di rumahnya di Louisville saat terjadi penggerebekan oleh sejumlah polisi beberapa waktu lalu. Kematian perempuan itu telah menjadi simbol bagi pergerakan Black Lives Matter. 

Para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya apa yang mereka sebut sebagai ‘kekerasan oleh polisi yang tidak dapat dibenarkan’. Sidang pengadilan kemarin mendakwa satu dari tiga polisi yang terlibat dengan ‘kelalaian yang membahayakan’ karena telah melakukan tembakan ke arah rumah tetangga Taylor. Namun, semua petugas itu tidak akan menghadapi dakwaan terkait kematian Taylor.

Berita dakwaan itu menyulut protes di berbagai kota, termasuk di New York, Boston, Washington, dan Los Angeles. Unjuk rasa terbesar terjadi di Louisville, Kentucky.


Sikap para atlet

Sejumlah olahragawan terkenal di Amerika Serikat, yang selama ini mendukung gerakan Black Lives Matter dan menuntut reformasi di tubuh kepolisian AS, menyatakan kecewa terhadap dakwaan yang dijatuhkan kepada penembak Breonna Taylor.

“Saya sangat sedih dan kecewa. Kami ingin keadilan untuk Breonna. Namun, peng adilan rupanya lebih peduli kepada kerusakan di rumah tetangga Breonna daripada nyawa Breonna sendiri,” tulis pemain bola basket, LeBron James.

Hal serupa diutarakan oleh Megan Rapinoe, pemain sepak bola perempuan dan peraih Ballon d’Or 2019. Dia menyebut keputusan  pengadilan itu sangat mengguncang hatinya. Sementara itu, pebola basket Los Angeles Lakers, Danny Green menyatakan para pemain NBA akan terus mencari cara untuk menunjang gerakan keadilan rasial dan reformasi kepolisian. (AFP/Van/X-11)

Baca Juga

AFP/Johannes EISELE

PBB Batalkan Pertemuan Tatap Muka Setelah Staf Terkena Korona

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 11:39 WIB
Presiden Majelis Umum PBB Volkan Bozkir mengatakan bahwa layanan medis PBB merekomendasikan pembatalan sambil menunggu pelacakan kontak...
AFP

Pfizer Sebut Vaksin Covid-19 Masih Mungkin Tersedia di Tahun 2020

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 11:00 WIB
Pfizer mengatakan bahwa pihaknya bisa memiliki data pada bulan Oktober, yang mungkin telah memajukan proses menjelang pemilihan presiden...
AFP/Michal Cizek

Langgar Protokol Kesehatan, Menkes Rep Ceko Dipecat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:43 WIB
Menteri Kesehatan Rep Ceko Roman Prymula, pekan lalu, tertangkap kamera meninggalkan sebuah restoran yang seharusnya sedang tutup...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya