Kamis 24 September 2020, 22:13 WIB

Pembatasan Sosial Berskala Mikro Lebih Efektif Anggaran

Andhika Prasetyo | Humaniora
Pembatasan Sosial Berskala Mikro Lebih Efektif Anggaran

Antara/Arif Firmansyah
Penutupan pedestrian di Kebun Raya Bogor selama masa Pembatasan Sosial Berskala Mkiro

 

PEMERINTAH Kota Bogor terus melanjutkan program Pembatasan Sosial Berskala Mikro di daerah-daerah yang masih berstatus zona merah.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim upaya tersebut cenderung lebih efektif ketimbang melakukan pembatasan sosial dengan cakupan yang lebih luas.

"Dengan pembatasan berskala mikro, kita bisa menggunakan anggaran secara lebih efektif dan optimal. Dana yang digunakan lebih fokus kepada titik-titik yang memiliki risiko tinggi saja sehingga tepat sasaran," ujar Bima dalam diskusi daring, Kamis (24/9).

Secara lebih rinci, ia menjelaskan tiga strategi dalam mendukung PSBM.

Pertama, setiap kecamatan atau kelurahan di Bogor wajib memiliki tim pelacak kasus positif.

"Tugas mereka adalah mengumpulkan minimal 20 nama yang terindikasi melakukan kontak langsung dengan setiap kasus positif yang muncul. Pengumpulan dilakukan dalam 48 jam," jelasnya.

Baca juga : Pasien Covid-19 Sembuh di 5 Provinsi Ini Diatas Rerata Nasional

Tim tersebut juga melakukan penilaian terhadap kemampuan isolasi mandiri masyarakat yang terpapar covid-19 atau individu yang melakukan kontak langsung. Jika dinilai tidak mampu, tim akan merujuk ke rumah sakit rujukan.

Strategi kedua adalah membentuk tim yang berisikan anggota karang taruna, himpunan pengusaha muda dan beberapa organisasi lain untuk mengawasi kegiatan masyarakat.

"Mereka akan mencatat pelanggaran yang dilakukan oleh individu atau pengusaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan," tutur Bima.

Ketiga, Pemerintah Kota Bogor membentuk tim yang terdiri dari tokoh agama dan dokter untuk melakukan serangkaian edukasi terkait covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan pembatasan sosial berskala mikro memang lebih ampuh karena masing-masing cakupan kecil wilayah memiliki tanggung jawab dalam menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.

"Pengendalian bisa lebih fokus di daerah itu. Pemerintah daerah setempat juga bisa menjaga supaya tidak terjadi mobilitas penduduk ke daerah lain maupun sebaliknya," ucapnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok. UBL

Wisuda UBL Dihadiri mantan Wapres dan Duta Besar Secara Virtual

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:51 WIB
Wisuda ini dilaksanakan secara bertahap selama tiga hari pada 19-21 Oktober 2020 di Gedung Grha Mahardika Bujana (Auditorium) kampus.UBL...
ANTARA

IPB University akan Anugerahi Doni Monardo Doktor Honoris Causa

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:50 WIB
Penganugerahan gelar Doktor Kehormatan tersebut diputuskan dalam Rapat Pleno Senat Akademik (SA) IPB University pada Selasa...
DOk. UT

UT Gelar RTM Perkuat Sistem Pembelajaran Berbasis IT

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:48 WIB
Pada t2019 RTM difokuskan dalam bidang Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (MPJJ), maka tahun ini RTM berfokus pada bidang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya