Kamis 24 September 2020, 21:17 WIB

Menjadikan Berkebun Sebuah Norma Bukan Tren

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Menjadikan Berkebun Sebuah Norma Bukan Tren

Dok Pribadi
Co-Founder Kebun Kumara, Siti Soraya Cassandra.

 

FENOMENA urban farming atau berkebun di ruang terbatas menjadi semakin meningkat akibat adanya wabah Covid-19 yang membatasi mobilitas masyarakat. Urban farming juga seakan menjadi pelipur lara warga Ibu Kota yang tidak dapat berlibur ke luar kota dan memanjakan mata.

Namun, urban farming kini dibuat dan diubah fungsinya menjadi latar belakang yang kekinian hanya untuk memperindah feed instagram. Sehingga, tujuan utama dari berkebun ala urban farming hilang.

Baca juga: Pusri Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Jelang Musim Tanam

Co-Founder Kebun Kumara, Siti Soraya Cassandra, mengungkapkan kesadaraan berkebun seharusnya menjadi sebuah norma hidup dan bukan untuk tren semata.

"Urban farming ini juga dimanfaatkan hanya untuk tampil kece foto-foto dan lainnya sehingga tujuan utamanya hilang, antara ingin populer, ingin tampil kece atau ingin meresapi maknanya. Buat aku berkebun itu seharusnya bukan lagi menjadi tren tapi menjadi norma. Jadi dilakukan bukan karena itu beken dan ingin tampil cantik tapi bagaimana orang itu bisa masuk bersama alam. Harapannya sosial media tidak mengelabui tujuan dari berkebun itu," kata Sandra saat dialog santai dalam program Nunggu Sunset bertajuk Muda, Keren, dan Bertani yang diadakan Media Indonesia, Kamis (24/9). 

Menurut Sandra, ketika seseorang sudah mencoba untuk berkebun dan merasakan prosesnya maka makna dari berkebun itu sendiri akan terasa.

"Aku harap jika benar-benar berkebun dan memaknai prosesnya sangat optimistis orang-orang akan kembali berpihak pada produk lokal dan petani," jelasnya. 

Pada kesempatan itu, Sandra juga mengungkapkan, ketika seseorang memutuskan untuk berkebun atau bertani di alam luas perlu memahami juga konsep adil, sustainable, dan menjunjung prinsip-prinsip holistik. Sehingga, sambung Sandra, kelak bisa menjadi seorang petani yang tidak memiliki pola pikir 'serakah' yang nantinya justru bisa berdampak buruk bagi pertanian Indonesia.

"Prinsip holistik sangat penting, misalnya semua orang ingin bertani dan punya pemikiran kapitalis atau mengedepankan keuntungan, maka alam tetap saja akan hancur. Prinsip holistik itu perlu supaya kita bisa berbagi adil supaya kita tahu mana hak kit dan hak alam. Perlunya memahami alam seperti masyarakat adat yang mengetahui pohon mana saja yang tidak boleh ditebang agar tidak terjadi erosi atau bisa menimbulkan bencana kedepannya," jelasnya.

Menurut Sandra, hal tersebut butuh pemahaman mendalam dan cara pandang yang menyeluruh serta adil. Sehingga manusia, kata Sandra, tidak datang sebagai raja ke sebuah lahan, mengarapnya dan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan bahwa ada peran lain dari lahan tersebut untuk ekosistem yang lebih besar. 

"Nilai-nilai dasar pertanian juga harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini yang memang harus diajarkan bagaimana mengelola tanah menanam sayuran pokoknya prinsip dasar bertahan hidup," pungkasnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Simak obrolan Media Indonesia bersama Siti Soraya Cassandra, Co-Founder dari Kebun Kumara dan Sandi Octa Susila, petani asal Cianjur yang juga dinobatkan sebagai Duta Petani Milenial Indonesia oleh Kementerian Pertanian 2019. Seperti yang disampaikan oleh Sandra (@kebunkumara), yang terpenting menjadi apapun kita, termasuk memilih menjadi seorang petani harus memiliki pemahaman yang lebih lestari dan menjunjung nilai-nilai yang holistik. Jangan sampai menjadi petani yang memiliki pola pikir yang serakah yang nantinya justru berdampak buruk bagi pertanian Indonesia. Diharapkan juga dengan munculnya role model petani-petani milenial seperti Sandi (@sandioctas) bisa menjadi penyemangat dan lebih optimistis menatap target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045. Sudah saatnya estafet petani selanjutnya berada pada pundak generasi muda, kalian yang punya inovasi dan gagasan kreatif sangat dinanti bagi kelangsungan pertanian di Indonesia. Selamat Hari Tani Nasional!

A post shared by Media Indonesia (@mediaindonesia) on

(OL-6)

Baca Juga

ANTARA/ Indriyanto Eko.S

1.542 Relawan Vaksin Covid-19 Telah Dapatkan Suntikan Kedua

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:35 WIB
Masyarakat menunggu uji klinis vaksin covid-19 sukses dan aman digunakan untuk mencegah penyebaran virus korona yang hingga kini masih...
ANTARA/ RAISAN ALFARIZI

Lulusan Vokasi Lemah Soft Skill

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:20 WIB
Dunia kerja dan kesempatan berusaha kini sudah mengalami perubahan besar, yang lebih mengutamakan kemampuan soft skill daripada hard...
Ist

GP Ansor: Dunia Harus Membangun Keseimbangan Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 10:23 WIB
Pancasila memuat pengakuan terhadap hak asasi manusia, dan mengedepankan nilai-nilai untuk menjaga dan melindungi hak asasi manusia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya