Kamis 24 September 2020, 18:39 WIB

Aktivitas Bongkar Muat Pelabuhan Kuala Tanjung Tumbuh Lebihi 100%

Yoseph Pencawan | Nusantara
Aktivitas Bongkar Muat Pelabuhan Kuala Tanjung Tumbuh Lebihi 100%

MI/Yoseph Pencawan
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Kuala Tanjung

 

KUALA Tanjung Multipurpose Terminal mencatatkan kinerja positif sampai dengan Agustus 2020 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019, terutama pada layanan bongkat muat curah cair dan general cargo yang mampu tumbuh di atas 100%.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), atau Pelindo 1 Dani Rusli Utama mengatakan, realisasi trafik bongkar muat di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), baik untuk peti kemas, curah cair dan general cargo mengalami pertumbuhan positif.

"Kunjungan kapal sampai dengan Agustus 2020 mencapai 169 call atau 4 sampai 5 call per minggu. Angka realisasi ini tumbuh 30% dari kunjungan kapal pada tahun 2019 yang sebanyak 130 call," paparnya, Kamis (24/9).

Selain itu, realisasi bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kuala Tanjung sampai dengan Agustus 2020 sebanyak 30.309 box. Realisasi bongkar muat peti kemas sampai dengan Agustus 2020 ini tumbuh 32,5% dari realisasi pada 2019 yang sebanyak 22.870 box.

Jika dalam satuan TEUs, realisasi bongkar muat peti kemas sampai dengan Agustus 2020 sebanyak 31.956 TEUs. Realisasi ini naik 34% dari pencapaian realisasi bongkar muat peti kemas pada tahun 2019 sebanyak 23.937 TEUs.

Baca juga : Pasar Tradisional Melati Jadi Klaster Baru di Kota Medan

Kenaikan throughput tersebut bukan hanya untuk bongkar muat peti kemas saja, tetapi juga terhadap bongkar muat curah cair dan general cargo.

Realisasi bongkar muat curah cair sampai dengan Agustus 2020 mencapai 242.596 ton untuk komoditas CPO dan turunannya. Realisasi sampai dengan bulan Agustus tumbuh 137% dari pencapaian pada 2019 sebesar 102.200 ton. Realisasi bongkar muat general cargo sampai dengan Agustus 2020 sebesar 46.801 ton, naik 176% dari pencapaian realisasi pada 2019 yang mencapai 16.970 ton.

Pertumbuhan positif pelabuhan yang berada di Kabupaten Barubara, Sumatra Utara ini diyakini karena didukung dengan kapasitas yang besar sehingga menarik minat para investor untuk membangun industri.

Pelabuhan didukung dengan hinterland Sei Mangkei dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sehingga industri di Kuala Tanjung mulai berkembang yang kemudian berdampak pada pertumbuhan trafik yang positif.

Dani Rusli Utama menjelaskan, intisari dari pembangunan suatu pelabuhan itu adalah ekosistem sehingga pihaknya berupaya untuk mempercepat industri lain masuk ke wilayah Kuala Tanjung dan kawasan industri Kuala Tanjung.

"Kami optimistis bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi masa depan Indonesia. Pelabuhan ini memiliki fasilitas yang baik, draft 16-17 meter LWS (Low Water Spring) sehingga bisa melayani kapal dengan bobot 50.000 DWT (dead weight tonnage), serta growth sudah mulai bagus," tuturnya.

Dukungan dari Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan Kementerian Perhubungan juga dinilai telah ikut mendorong investasi di Kuala Tanjung sehingga mempercepat pertumbuhan hinterland pelabuhan.

"Untuk itu, kami persilakan kepada para partner atau investor yang akan masuk di Kuala Tanjung dan kawasan industrinya untuk membangun industri sekitarnya, kami akan siap untuk mendukung," ujar Dani.

Baca juga : Piala Dunia U-20 Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata Bali

KTMT yang dioperasikan PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya juga terus melakukan penjajakan kerja sama dengan berbagai pihak untuk pelayanan bongkar muat peti kemas, curah cair, maupun general cargo.

Saat ini pelayaran domestik yang rutin masuk di KTMT yakni SPIL, Tempuran Emas (Temas Line), dan Meratus, sementara untuk petikemas internasional yakni Forecastle Shipping and Logistics.

Sedangkan untuk curah cair, KTMT melayani bongkar muat CPO dan turunannya milik PT Industri Nabati Lestari dan PT Astra Argo Lestari serta melayani general cargo milik PT Waskita, PT Multimas Nabati Asahan dan PT Cemindo Gemilang.

KTMT sendiri memiliki dermaga 500x60 m, trestle sepanjang 2,8 km, serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch. KTMT juga didukung sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih. Antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, 2 unit Mobile Harbour Crane (MHC). Pelabuhan ini juga dilengkapi 22 tangki timbun yang mampu melayani hingga 1.000 ton per jam dengan 4 jaringan pipa yang ditopang dengan 8 pompa.

"Seluruh operasional peti kemas dan curah cair didukung dengan sistem TI yang terintegrasi Terminal Operating System (TOS)," pungkas Dani Rusli. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA

Kawasan Wisata di DIY Diingatkan Jalankan Prokes

👤Agus Utantoro 🕔Senin 26 Oktober 2020, 20:41 WIB
Stakeholder pariwisata diharuskan memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara konsisten khususnya pada industri pariwisata,...
MI/Nurul Hidayah

Demi Libur Panjang, PSBT di Kota Cirebon Dicabut

👤Nurul Hidayah 🕔Senin 26 Oktober 2020, 20:05 WIB
JELANG libur panjang di akhir bulan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon cabut aturan pembatasan sosial berskala terbatas (PSBT), sebab libur...
MI/Heri Susetyo

Polri-TNI AL Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas Jatim

👤Heri Susetyo 🕔Senin 26 Oktober 2020, 19:43 WIB
Sinergitas dua instansi ini terbukti mampu menciptakan situasi kamtibmas kondusif di Jatim pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya