Kamis 24 September 2020, 17:12 WIB

Wakil Ketua DPRD Gelar Dangdutan, Wali Kota Tegal Dapat Teguran

Haryanto | Nusantara
Wakil Ketua DPRD Gelar Dangdutan, Wali Kota Tegal Dapat Teguran

MI/Supardji Rasban
Suasana dangdutan yang digelar saat Wakil Ketua DPRD Tegal menggelar pesta, Rabu (23/9).

 

ACARA resepsi pernikahan dengan hiburan musik dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal pada Rabu (23/9) berbuntut panjang. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung mengambil sikap tegas, dengan menegur langsung Wali Kota Tegal.

"Sebelum acara sudah komunikasi dengan Wakil Wali Kota Tegal. Beliau sudah menyampaikan pada penyelenggara, kalau tidak salah wakil ketua dewan. Saya ingatkan, kalau mau kawinan monggo, tapi kalau bisa jangan ramai-ramai. Ijab kobul saja dulu, ramai-ramainya ditunda," kata Ganjar di Semarang, Kamis (24/9).

Wali Kota Tegal lanjut Ganjar mengatakan sudah meminta maaf. Akan tetapi, Ganjar tetap meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Saya hanya sampaikan, ini butuh sensitivitas dari pemimpin. Kalau itu bisa dibatasi, nggak papa. Tapi kalau seperti itu, liar dan didiamkan saja, ya kita namanya tidak bertanggungjawab. Pak Wali Kota tadi minta maaf pada saya," tegasnya.

Ganjar mewanti-wanti Wali Kota Tegal agar tidak boleh ada lagi kejadian serupa di kemudian hari. Tidak boleh acara-acara yang mengundang kerumunan massa diizinkan.

"Kalau mau acara pernikahan, silahkan tapi dibatasi orangnya dan tertutup saja. Tidak boleh lagi ada kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa seperti itu. Kalau seperti itu kan kebangetan lah, apalagi itu dilakukan oleh para pemimpin. Ini memberikan contoh yang tidak baik pada masyarakat," ungkap Ganjar.

Sementara itu, Kasatpol PP Jateng Budiyanto juga langsung menelpon Kasatpol PP Kota Tegal Hartoto. Dari sambungan telpon yang dilakukan di hadapan Ganjar itu, Kasatpol PP Kota Tegal mengatakan sebenarnya sudah diberikan imbauan, tapi kondisi di lapangan terjadi seperti itu.

Di lain sisi, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya ditegur Ganjar terkait kejadian itu. Bahkan, Dedy juga mengatakan telah ditegur Kapolri terkait peristiwa itu.

"Iya, tadi pak Gubernur telepon, Pak Kapolri juga. Intinya meminta Kota Tegal harus membatasi betul kegiatan masyarakat. Makanya nanti, orang hajatan yang akan ramai-ramai bahkan menggunakan hiburan, akan kami larang. Akan saya koordinasikan dengan Kapolres," kata Dedy.

Dedy juga mengaku kecolongan dengan peristiwa itu. Sebab, dia mengatakan hanya tahu bahwa acara itu digelar sederhana. Ia pun mengatakan datang untuk kondangan pada pukul 11.00 WIB.

"Setelah itu saya ke Semarang, hari ini saya baru tahu kalau itu ada acara ramai-ramai. Kalau saya tahu, pasti sudah saya bubarkan," ucapnya. (R-1)

Baca Juga

Istimewa

Wilayah Selatan Cianjur kembali Diterjang Bencana Hidrometeorologi

👤Benny Bastiandy 🕔Senin 26 Oktober 2020, 11:52 WIB
Terrdapat tiga kecamatan yang diterjang banjir luapan air sungai, abrasi, serta tanah longsor akibat banir dan curah hujan tinggi di...
Twitter @KawanBaikKomodo

Foto Komodo Adang Truk Viral, Pulau Rinca Akhirnya Ditutup

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 Oktober 2020, 11:49 WIB
Selain menutup resort tersebut, proyek Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Pulau Rinca juga...
MI/Kristiadi

Layanan Masyarakat di Pemkot Tasikmalaya Tetap Normal

👤Kristiadi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 11:38 WIB
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhamad Yusuf mengatakan pegawai tetap semangat melayani masyarakat meskipun wali kota ditahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya