Kamis 24 September 2020, 16:53 WIB

Hanya 3% Komunitas Pasar yang Paham Upaya Pencegahan Covid-19

Atalya Puspa | Humaniora
Hanya 3% Komunitas Pasar yang Paham Upaya Pencegahan Covid-19

MI/Fransisco Carolio
Kegiatan transaksi antara pedagang dan pembeli di Pasar Kebayoran Baru, Jakarta.

 

HANYA 3% pegiat pasar yang sadar pentingnya menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pasar. Padahal, pasar berpotensi besar menjadi klaster penyebaran covid-19.

Pandangan itu merupakan hasil Survei Masyarakat Pasar yang dilakukan Tim Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat Covid-19. Itu terdiri dari Palang Merah Indonesia (PMI), International Federation of Red Cross & Red Crescent Societies (IFRC), Food Agriculture Organization (FAO) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).

Survei tersebut dilakukan di wilayah Jabodetabek, yang menyasar pengelola pasar, pedagang dan pembeli dengan metode wawancara daring. Untuk menekan kasus covid-19 di lingkungan pasar dibutuhkan sinergi yang konkret.

Baca juga: Cari Vaksin, Pemerintah Jajaki Pfizer Hingga Johnson & Johnson

Namun, komunitas pasar memiliki tiga tantangan utama. Pertama, 85% responden tidak mengerti cara untuk mencegah penularan covid-19. Lalu, penggunaan uang tunai sebesar 80% masih dilakukan sebagai metode pembayaran. Adapun 69% responden menyatakan kurangnya ruang untuk menjaga jarak.

“Tantangan saat berada di lingkungan pasar itu sulit menjaga jarak, karena keterbatasan ruang gerak. Kita perlu menggencarkan kampanye protokol kesehatan, dengan memaksimalkan penggunaan media. Seperti, toa, pengeras suara dan paguyuban pedagang,” ujar Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said dalam keterangan resmi, Kamis (24/9).

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19 di Pasar, Perlu Ada Gugus Tugas

Edukasi dengan menggunakan media komunikasi dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan komunitas pasar terkait upaya pencegahan covid-19. “Masyarakat pasar merupakan salah satu kunci utama yang menjamin ketersediaan pangan selama pandemi,” kata Team Leader FAO ECTAD Luuk Schoonman.

“Selain melakukan kampanye protokol kesehatan, peningkatan kapasitas pengelola pasar terkait pembersihan dan disinfeks juga perlu diperhatikan. Sehingga, dapat mencegah penularan covid-19,” imbuhnya.

Komunitas pasar diharapkan meningkatkan fasilitas cuci tangan, serta saling mengingatkan penerapan protokol kesehatan. Itu termasuk etika penggunaan masker, menjaga jarak, langkah cuci tangan yang benar.(OL-11)

Baca Juga

Ist

Peringatan Sumpah Pemuda Momentum Optimalisasikan Peran Pemuda

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:30 WIB
Hari Sumpah Pemuda menjadi bukti adanya gerakan pemuda untuk melakukan pembaharuan-pembaharuan terhadap kondisi...
ANTARA

Jusuf Kalla Tekankan Tugas PMI Saat Pendemi Covid-19

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 23:45 WIB
Wakil Gubernur Bali Bapak Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menekankan peran PMI sangat penting dalam bidang sosial kemanusiaan apalagi...
DOK IST

Unpad Juara Debat SDGs

👤Budi Ernanto 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 23:30 WIB
Sebanyak 250 tim dari seluruh Indonesia dalam acara virtual maraton dua...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya