Kamis 24 September 2020, 14:26 WIB

Dukung Pertanian, Kementan Lakukan Rehabilitasi Irigasi di Jombang

mediaindonesia.com | Nusantara
Dukung Pertanian, Kementan Lakukan Rehabilitasi Irigasi di Jombang

Ist/Kememtan
Kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier dilaksanakan di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

 

GUNA mendukung pertanian di Jombang, Jawa Timur, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melakukan kegiatan padat karya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

Kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier dilaksanakan di dua lokasi yaitu di Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, dan di Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jatim.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan RJIT adalah upaya Kementan untuk memastikan produksi pertanian tidak terganggu.

“Air adalah bagian yang sangat penting buat pertanian. Terlebih dalam menghadapi musim kemarau. Kita pun tidak mau ada lahan yang bermasalah karenna air. Salah satu solusi yang kita lakukan adalah melakukan kegiatan padat karya yaitu melakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan memastikan air bisa mengaliri lahan pertanian,” tutur SYL, Kamis (24/9). 

Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan, RJIT bukan hanya memastikan saluran irigasi tidak bermasalah.

“RJIT dilakukan untuk memaksimal saluran irigasi serta mendukung penambahan luas areal tanam. Lewat RJIT, kita juga mendukung peningkatan indeks pertanaman (IP), dari yang awalnya 2 kali tanam dalam setahun, bisa menjadi 3 kali,” tuturnya.

Sarwo Edhy mengatakan, realisasi keuangan dan fisik kegiatan RJIT di Kabupaten Jombang sudah mencapai 100%. “Artinya, semua kegiatan RJIT yang kita laksanakan di dua lokasi telah selesai dilaksanakan oleh dinas terkait, baik secara fisik maupun pelaporan,” terangnya.

Dari hasil monitoring, kegiatan RJIT di Kabupaten Jombang menggunakan pasangan beton dengan tujuan struktur bangunan dirasakan lebih kuat dan relatif tahan lama.

“Kita berharap kegiatan ini bisa memberikan banyak manfaat buat petani. Selain itu, petani juga bisa menjaganya agar pertanian tidak terkendala,” katanya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Polri

Arus Mudik Landai, Kakorlantas: Masyarakat Makin Sadar Kesehatan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:40 WIB
Ia melihat kondisi arus mudik libur panjang yang menuju Jawa Tengah hingga malam hari terpantau landai. Belum ada peningkatan volume arus...
Antara

Peternak Merugi Ratusan Ekor Babi Mati Mendadak di Lembor

👤John Lewar 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 23:50 WIB
PETERNAK babi di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat  di Nusa Tenggara Timur (NTT), resah karena kematian mendadak hewan...
Dok MI

Waktu Tunggu Ekspor dari Belawan Dipangkas Lebih Cepat Dua Hari

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 23:40 WIB
"Waktu tunggu atau dwelling time harus cepat dan biaya harus murah agar produk kita makin memiliki berdaya saing ," kata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya