Kamis 24 September 2020, 14:25 WIB

Pemerintah Berupaya Tingkatkan Konsumsi Karet Alam Domestik

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pemerintah Berupaya Tingkatkan Konsumsi Karet Alam Domestik

Antara
Sejumlah pekerja memasukkan getah karet ke dalam tangki penampungan di Bergas, Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/9).

 

INDONESIA bersama dua negara produsen karet alam lainnya berkolaborasi meningkatkan konsumsi karet alam domestik yang terpukul akibat pandemi covid-19.

"Kami akan terus berupaya memperjuangkan sektor karet alam demi jutaan petani yang menggantungkan hidupnya pada komoditas ini," jelas Pelaksana harian (Plh) Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan, Antonius Yudi Triantoro dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (24/9).

Pandemi covid-19, ungkap Antonius, memunculkan beragam kebijakan, seperti pembatasan keluar-masuk barang, penundaan pembelian karet, hingga karantina wilayah atau lockdown.

Oleh karenanya, lewat kerja sama dengan Thailand dan Malaysia, Antonius menuturkan, bisa menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan karet alam di pasar global. Termasuk memastikan konsumsi karet alam domestik yang signifikan agar pengurangan ekspor akibat pandemi dapat digantikan dengan penggunaan karet di dalam negeri.

Antonius mengatakan, situasi pasar dunia yang kurang menguntungkan dengan adanya pandemi perlu disikapi lebih baik. Walaupun terjadi penurunan produksi akibat pandemi, konsumsi dunia juga ikut menurun sehingga menyebabkan harga masih terus tertekan.

“Kami berupaya memperjuangkan sektor karet alam demi jutaan petani yang menggantungkan hidupnya pada komoditas ini. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan konsumsi karet alam," kata Antonius.

Peluang tersebut misalnya, seperti penggunaan karet sebagai campuran aspal, maupun produk barang jadi karet yang permintaannya meningkat akibat pandemi covid-19 seperti sarung tangan karet dan karet perisai radiasi.

Tidak hanya itu, saat ini ketiga negara bekerja sama dengan lembaga penelitian di masing-masing negara untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk berbasis karet alam lainnya.

Di sisi lain, untuk mewujudkan karet alam berkelanjutan yang memerhatikan tiga aspek utama yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan; ITRC sepakat membentuk komite Sustainable Natural Rubber (SNR). Komite ini diharapkan dapat merumuskan pedoman karet alam berkelanjutan yang dapat meningkatkan posisi tawar yang lebih baik bagi petani dan mendorong perbaikan harga.

Ia menjelaskan, Karet Alam Indonesia Karet alam merupakan komoditas ekspor pertanian kedua terbesar Indonesia. Pada 2019, total ekspor karet alam Indonesia tercatat sebanyak 2,58 juta ton dengan nilai US$3,65 miliar. Persentase ekspor tersebut meliputi 79% dari produksi karet alam, sedangkan 21% dikonsumsi pasar domestik.

Sebagai penghasil kedua terbesar karet alam di dunia, pada 2019 Indonesia memproduksi 3,30 juta ton dari lahan perkebunan karet seluas 3,68 juta hektare. Sebanyak 85% lahan perkebunan dimiliki dan dibudidayakan oleh 2,2 juta petani karet. (E-3)

Baca Juga

Antara

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Pegadaian Lakukan Standardisasi Outlet

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:22 WIB
PT Pegadaian Persero melakukan standardisasi terhadap 220 outlet Pegadaian di seluruh Indonesia pada tahun...
AFP/Cristina Vega Rhor

Bank Sentral Jual Emas Pertama Kali sejak 2010

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:16 WIB
Mereka memanfaatkan harga emas yang tinggi pada saat fiskal...
Antara

Tabungan Haji BNI Syariah Tumbuh 13% di Tengah Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:14 WIB
Tabungan haji BNI Syariah yang dikenal dengan Tabungan BNI Baitullah iB Hasanah per September 2020 tercatat tumbuh 13% dari periode yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya