Kamis 24 September 2020, 12:35 WIB

PSBB Bayangi Laju Pertumbuhan Ekonomi Paruh Kedua Tahun Ini

Despian Nurhidayat | Ekonomi
PSBB Bayangi Laju Pertumbuhan Ekonomi Paruh Kedua Tahun Ini

MI/Atet Dwi Pramadia
Kepala ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro

 

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar tahap II di DKI Jakarta akan membayangi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II-2020.

"Perkembangan ekonomi sektoral kuartal III dan IV dibayangi risiko dampak penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta sejak tanggal 14 September dan resiko akibat peningkatan kasus covid-19," ungkapnya dalam acara Media gathering Economic Outlook Kuartal III-2020 secara daring, Kamis (24/9).

Secara sektoral, lanjut Andry, sektor jasa seperti, perdagangan, transportasi, hotel, restoran dan jasa-jasa perusahaan, akan mengalami pemulihan yang relatif lambat dari perkiraan semula akibat peningkatan kasus positif covid-19.

"Demikian pula sektor industri pengolahan, pemulihannya mengikuti pola umum peningkatan ekonomi nasional karena sangat tergantung perbaikan daya beli dan confidence masyarakat sehingga mulai membelanjakan uangnya," lanjutnya.

Kendati demikian, sektor komoditas kelapa sawit dinilai mampu menjadi katalis positif yang mendorong perekonomian Indonesia ke depan terutama di sentra-sentra perkebunan di Sumatera dan Kalimantan.

"Harga minyak kelapa sawit sampai akhir tahun, kami perkirakan masih akan bertahan di tingkat harga US$ 700 per ton (FOB Malaysia)," ujar Andry.

Andry menuturkan kinerja beberapa industri akan mengalami perbaikan dibandingkan kuartal II karena pada saat itu menjadi titik terendah akibat penerapan PSBB ketat.

Pada kuartal III-2020, khususnya Juli dan Agustus, berbagai indikator telah menunjukkan perbaikan kegiatan ekonomi dibandingkan April dan Mei 2020. Sebagai contoh, penjualan kendaraan bermotor pada Agustus 2020 sudah mencapai 37.291 unit setelah mencapai titik terendah yaitu 3.551 unit pada Mei 2020. Meskipun demikian, angka penjualan Agustus 2020 masih jauh di bawah angka rata-rata penjualan tahunan 2019 yang mencapai 85.577 unit.

Tingkat hunian kamar hotel juga mulai membaik pada Juli 2020 menjadi 28,7% walaupun masih di bawah sebelum periode covid-19 yaitu 56,7% pada Juli 2019.

Sementara itu, harga-harga komoditas penting bagi perekonomian Indonesia selama pandemi covid-19 masih tertekan. Sampai dengan 20 September 2019, harga minyak mentah turun sebesar 35% (ytd) atau berada di kisaran US$ 43 per barel, dan harga batubara pun turun sebesar 23% atau berada di tingkat US$ 52 per ton.

Namun demikian, harga minyak kelapa sawit sejak Juni sudah membaik dengan cepat dan sudah mencapai US$ 753 per ton, atau sudah sama dengan sebelum harga covid-19 pada Desember 2019. Harga karet pun membaik sebesar 20% (ytd) mencapai US$ 2 per kilogram. (Des)

Baca Juga

Ist/Kementan

Food Heroes Day: Perkuat Inovasi untuk Pahlawan Pangan Tangguh

👤mediaidonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 20:06 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, krisis kesehatan global Covid-19 membuat kita merefleksikan hal-hal yang sangat dihargai dan...
MI/Solmi

Kementan Dorong Kekuatan Ekspor Pertanian melalui Gratieks

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 19:41 WIB
Mendag Agus Suparmanto menegaskan bahwa komoditas pertanian memiliki kontribusi besar dalam surplus neraca perdagangan Indonesia...
MI/Andri Widiyanto

Bulan Depan, Masuk Tol Layang Jakarta-Cikampek Mulai Dikenai Tarif

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 18:33 WIB
Untuk besaram tarif tol tersebut, Heru enggan menyebutkan. Jasa Marga, sebutnya, masih melakukan sosialisasi rencana itu kepada para...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya