Kamis 24 September 2020, 11:33 WIB

Tri Hita Karana Jadi Landasan Kearifan Lokal Warga Dunia

Arnoldus Dhae | Nusantara
Tri Hita Karana Jadi Landasan Kearifan Lokal Warga Dunia

MI/Arnoldus Dhae
WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat menyampaikan konsep Tri Hita Karana.

 

WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan rasa bangganya pada peserta webminar dari seluruh dunia yang menggunakan konsep Tri Hita Karana (THK) sebagai inspirasi bagi masyarakat dunia. Konsep Tr Hita Karana ini memberi makna untuk mengupayakan kebahagiaan sehingga mampu menggapai tujuan membangunan berkelanjutan (SDGs) yang berfokus pada 3P; People, Planet, dan Prosperity.

Hal tersebut ia sampaikan saat menyampaikan closing remarks dalam acara RICH 70 Tsinghua  Southeast  Asia  Cloud Forum yang bertemakan “Investing in People Planet Prosperity For Our Future of Shared Happiness  melalui zoom meeting, Kantor Diskominfos Prov Bali, Rabu (23/9) malam.

Ia menyampaikan Tri Hita Karana adalah sebuah filosofi Hindu-Bali untuk mencapai kebahagiaan dengan menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan. 

"Saya berharap masyarakat Bali sebagai komunitas lokal yang menjalani Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari dapat berkontribusi aktif dalam pengembangan model-model pembangunan berkelanjutan di Bali, hingga di seluruh penjuru dunia," jelasnya pada acara yang menghadirkan puluhan pembicara bergengsi dari seluruh dunia termasuk artis internasional dari Tiongkok Michelle Yeoh.

Ia menambahkan jika Indonesia khususnya Bali telah menjalin hubungan bilateral selama 70 tahun. Dan forum ini merupakan salah satu bentuk kerja sama tersebut. 

"Saya sangat mengapresiasi UID Foundation, Kura-Kura Bali, dan Tsing Hua University yang telah berkolaborasi dalam mengadakan forum diskusi ini sebagai wadah untuk menyinergikan neksus manusia (People), Bumi (Planet), dan kemakmuran (Prosperity)," imbuhnya.

Menyinergikan 3P tersebut bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi di masa pandemi seperti ini. Oleh sebab itu diperlukan sebuah unsur tambahan yang dapat mendorong sinergi tersebut dalam tatanan ruang dan system yaitu spiritualitas. 

"Unsur ini tentu tak asing bagi masyarakat Bali. Kita senantiasa mengenal dunia ini dalam dua dimensi ruang yang berbeda. Namun saling terkait satu sama lain, disebut sebagai sekala-niskala," jelasnya.

baca juga: BPBD Cianjur Waspadai Cuaca Ekstrem

Rich 70 Tsinghua Southeast Asia Cloud Forum adalah sebuah forum diskusi yang melibatkan berbagai pengambil kebijakan lintas batas untuk menciptakan solusi bagi Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Tema forum kali ini sangat relevan dengan kondisi di tengah pandemi saat ini. Karena bertujuan untuk mewujudkan kebahagiaan dan tingkat spiritualitas masyarakat. (OL-3)

Baca Juga

Dok. Polri

Kakorlantas Bakal Adopsi Pengembangan Program TAR Tulungagung

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:42 WIB
TAR yang terkoneksi dengan Dukcapil serta face recognition tersebut akan membuat petugas mengetahui rekam jejak sejarah seseorang yang akan...
DOK MI

Warga Kota Sukabumi Diimbau tidak Bepergian saat Libur Panjang

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:45 WIB
Peningkatan kasus baru di Kota Sukabumi akhir ini terjadi pada klaster keluarga. Kondisi itu juga lantaran tak sedikit dipicu perjalanan ke...
DOK MI

Pemkab Subang akan Lakukan Tes Covid-19 kepada Pengunjung Sariater

👤Reza Sunarya 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:10 WIB
Satgas covid-19 Subang akan melakukan rapid tes dan swab tes secara acak kepada para wisatawan yang berkunjung ke objek...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya