Kamis 24 September 2020, 10:55 WIB

DPR RI Tegaskan Lagi Dukungannya atas Anggaran Kemensos Rp92,817 T

mediaindonesia.com | Humaniora
DPR RI Tegaskan Lagi Dukungannya atas Anggaran Kemensos Rp92,817 T

DOK KEMENSOS

 

Menteri Sosial Juliari P Batubara didampingi Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, para Dirjen saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI dan setuju anggaran Kementerian Sosial Tahun Anggaran 2021 Rp92.817.590.291.000 di Gedung Nusantara II, Jakarta, Rabu (23/9/2020).


Komisi VIII DPR RI menggelar Rapat Kerja dengan Kementerian Sosial RI. Raker ini membahas Penyesuaian RKA K/L Kementerian Sosial RI Hasil Pembahasan Badan Anggaran DPR RI dan isu-isu aktual.

“Sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran DPR RI Anggaran Kementerian Sosial Tahun Anggaran 2021 Rp 92.817.590.291.000,” ujar Menteri Sosial Juliari P Batubara di Komisi VIII DPR RI Gedung Nusatara II, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Menteri Sosial hadir didampingi Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras, para Dirjen, Irjen, Kepala Badan, dan pejabat Eselon ll terkait.

Anggaran tersebut dialokasikan di Satuan Unit Kerja Sekretariat Jenderal Rp2.052.314.886.000; Inspektoral Jenderal Rp33.408.503.000; Ditjen Pemberdayaan Sosial Rp 406.207.360.000; Ditjen Rehabilitasi Sosial Rp 1.241.485.787.000.

Juga, untuk Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Rp30.773.505.300.000; Ditjen Penanganan Fakir Miskin (FM) Rp57.926.152.505.000; Badiklit Pensos Rp384.515.950.000, sehingga totalnya jadi Rp92.817.590.291.000.

Adapun alokasi sebesar 99,21% belanja non operasional antara lain terdiri dari belaja barang, belanja modal dan terbesar belanja bantuan sosial, 0,55% untuk belanja pegawai Rp511.925.510.000; 0,24% belanja barang operasional Rp220.635.766.000 atau dibreakdown untuk perlindungan sosial Rp91.122.985.946.000, serta dukungan manajemen Rp1.694.604.345.000.

“Terlihat jelas bahwa sebagian besar dari postur anggaran tersebut digunakan untuk upaya kegiatan perlindungan sosial,” tandas Juliari.

Rapat Kerja dipimpin  langsung oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto yang menampung berbagai masukan dari Anggota baik yang hadir di ruangan maupun melalui koneksi virtual.

Komisi VIII DPR RI memberikan alternatif solusi antara lain melalui revisi anggaran berjalan untuk beberapa program yang belum teralokasi dalam Pagu Anggaran, antara lain untuk penguatan revitalisasi balai rehabilitasi sosial dengan standar internasional.

Penguatan kesiapsiagaan (bantuan darurat, peralatan evakuasi, kendaraan siap siaga bencana, kampung siaga bencana dan pembangunan gudang logistik); Penambahan target kewirausahaan sosial untuk pemulihan ekonomi masyarakat.  

Penguatan Puskesos sebagai ujung tombak pelayanan, penerimaan pengaduan dan rujukan PPKS; Peningkatan target RS Rutilahu; Penguatan pengawasan dan akuntabilitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Rehabilitasi gedung/bangunan dan sarpras perkantoran termasuk penyiapan open space, dukungan kehumasan dan publikasi, pengelolaan SDM, penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum.

Selain itu, memastikan distribusi bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan tepat guna mengingat jumlahnya sangat besar dan perlu didukung basis data yang akurat; Memastikan pelaksanaan program perlindungan sosial, bantuan sosial dan program pelayanan sosial lainnya dapat diukur output dan outcome serta manfaatnya yang dimonitoring dan dievaluasi secara periodik;

Juga, mengutamakan bantuan sosial yang bersifat cash transfer karena manfaatnya yang sangat dirasakan oleh masyarakat; serta mendorong Kementerian Sosial RI meningkatkan pengawasan yang lebih ketat terhadap e-warong dalam program BPNT/Program Sembako. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara

Perkuat Ikatan Kebangsaan Guna Majukan Negeri

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:51 WIB
"Gus Dur (Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid) waktu berpesan cintailah tanah, air dan udara di atas segala-galanya," kata Budayawan...
Antara/Aprillio Akbar

Agar PJJ Efektif, Guru dan Orang Tua Harus Jalin Komunikasi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:18 WIB
Sebelum pandemi covid-19, komunikasi guru dengan orang tua cenderung berjalan lancar secara tatap muka. Berbeda saat pandemi di mana...
AFP

Kemenag: 26 Ribu Jemaah Penuhi Syarat Usia Umrah di Masa Pandemi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:09 WIB
“Ada 26.328 jemaah atau 44% dari mereka yang sudah mendapat nomor registrasi, berusia 18 sampai 50 tahun. Mereka masuk dalam kriteria...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya