Kamis 24 September 2020, 10:15 WIB

Lima Operator Siap Salurkan Paket Data Gratis ke Siswa Madrasah

Siswantini Suryandari | Humaniora
 Lima Operator Siap Salurkan Paket Data Gratis ke Siswa Madrasah

Istimewa
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani

 

KEMENTERIAN Agama menggandeng lima operator telekomunikasi untuk membantu memberikan paket data secara cuma-cuma kepada siswa madrasah untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) sekaligus meringankan beban orang tua.

"Pandemi Covid-19 mengharuskan siswa madrasah belajar dari rumah dengan PJJ. Tentu kebutuhan kuota internet meningkat dan ini bisa membebani orang tua. Kami telah bersinergi dengan  Telkomsel , Indosat, XL Axiata, Tri, dan Smartfren memberikan kartu perdana gratis kepada siswa madrasah," terang Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9).

"Langkah ini kita ambil untuk meringankan beban ekonomi orang tua saat pandemic yang bersumber dari dana di luar APBN," sambung pria yang akrab dipanggil Dhani ini. 

Menurutnya, upaya lain untuk membantu madrasah di tengah pandemi terus dilakukan. Misalnya, Kemenag saat ini tengah mengusulkan anggaran untuk menunjang pelaksanaan PJJ di madrasah kepada Kementerian Keuangan.

"Kita masih upayakan. Kita sedang mengajukan usulan anggaran khusus bantuan penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh di madrasah," tegasnya.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar menambahkan upaya meringankan beban siswa madrasah sudah dilakukan sejak masa awal pandemi. Kemenag misalnya segera mengeluarkan kebijakan yang membolehkan penggunaan dana BOS untuk menunjang kegiatan PJJ. 

"Kami pada awal Juni juga sudah melakukan kerjasama dengan provider untuk memberi paket data dengan harga terjangkau bagi siswa dan guru madrasah," ujarnya.

Untuk kerja sama kali ini, lanjut Umar, paket data diberikan secara gratis dalam bentuk kartu perdana. Adapun besaran kuotanya, berbeda-beda sesuai kesepakatan kerja sama yang ditandatangi  dua belah pihak.

XL Axiata misalnya, menurut Feby Sallyanto yang mewakili perusahaan, pihaknya  akan menyalurkan bantuan berupa kartu SIM gratis kepada para pelajar madrasah dengan kuota 30GB. Kartu tersebut  bisa mereka manfaatkan selama dua bulan. “Mekanisme penyaluran bantuan akan dilakukan dengan cara pendistribusian kartu SIM kepada madrasah di seluruh Indonesia,” terang Feby.

Layanan yang sama akan diberikan PT Indosat. Perusahaan ini memberikan Paket Kartu Perdana gratis, dan didalamnya sudah ada paket internet 30 GB. 

"Paket tersebut bisa digunakan siswa madrasah di seluruh Indonesia, kapan dan dimana saja untuk mengakses situs, portal, serta IP yang ada hubungannya dengan pembelajaran," ujar SVP Head of Regional & SME, Fully Humaeroh.

Smartfren juga telah meluncurkan promo gratis kuota 30 GB yang dapat digunakan pelanggan untuk mengakses Ruangguru  tanpa biaya.  Smartfren juga telah membagikan MiFi dan kartu perdana gratis guna mendukung kegiatan belajar mengajar. 

"Semoga melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, Smartfren dapat membantu terlaksananya kegiatan belajar jarak jauh sekaligus menjaga semangat para siswa dan tenaga pengajar di seluruh Indonesia untuk menggapai berbagai peluang baru," ujar Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys.

Tri Indonesia juga siap mendukung program pembelajaran jarak jauh. Provider ini akan memberikan 10.000 kartu dengan total kuota 27 GB, terdiri atas 7 GB kuota internet regular di semua jaringan, 20 GB untuk Aplikasi Pendidikan. 

"Semoga melalui Kerjasama dengan Kementrian Agama, Tri Indonesia dapat membantu terlaksananya kegiatan belajar jarak jauh untuk para guru dan siswa," kata Wakil Presiden Direktur PT Hutchison 3 Indonesia Muhammad Buldansyah.

baca juga: Dana BOS Sekolah Terpencil Ditambah 

Sementara Telkomsel, akan menyediakan kartu perdana dengan kuota data 10GB dari Paket MBJJ (Merdeka Belajar Jarak Jauh) senilai Rp10, dan dilengkapi paket renewal dengan kuota 11GB senilai Rp5000. Telkomsel akan melakukan distribusi kartu perdana khusus tersebut kepada institusi madrasah yang telah mendaftarkan diri di sistem pendataan online Kementerian Agama.

"Telkomsel merasa senang dapat kembali menjalin kolaborasi bersama Kementerian Agama sehingga bisa terus bergerak maju bersama mendampingi institusi pendidikan tingkat madrasah di seluruh Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran jarak jauh secara efektif dan efisien," tutur PoH Direktur Sales Andri Wibawanto. (OL-3)
 

Baca Juga

ANTARA/ Indriyanto Eko.S

1.542 Relawan Vaksin Covid-19 Telah Dapatkan Suntikan Kedua

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:35 WIB
Masyarakat menunggu uji klinis vaksin covid-19 sukses dan aman digunakan untuk mencegah penyebaran virus korona yang hingga kini masih...
ANTARA/ RAISAN ALFARIZI

Lulusan Vokasi Lemah Soft Skill

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:20 WIB
Dunia kerja dan kesempatan berusaha kini sudah mengalami perubahan besar, yang lebih mengutamakan kemampuan soft skill daripada hard...
Ist

GP Ansor: Dunia Harus Membangun Keseimbangan Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 10:23 WIB
Pancasila memuat pengakuan terhadap hak asasi manusia, dan mengedepankan nilai-nilai untuk menjaga dan melindungi hak asasi manusia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya