Kamis 24 September 2020, 09:29 WIB

NASA Peringatkan AS Soal Stasiun Luar Angkasa Tiongkok

Faustinus Nua | Internasional
NASA Peringatkan AS Soal Stasiun Luar Angkasa Tiongkok

AFP/Joe Raedle
Kepala NASA Jim Bridenstine

 

KEPALA NASA Jim Bridenstine mengatakan kepada anggota parlemen, penting bagi AS untuk mempertahankan kehadiran di orbit Bumi setelah Stasiun Luar Angkasa Internasional dinonaktifkan, sehingga Tiongkok tidak mendapatkan keuntungan strategis.

Bagian pertama dari ISS diluncurkan pada tahun 1998 dan terus digunakan sejak tahun 2000. Stasiun yang berfungsi sebagai laboratorium sains antariksa dan merupakan kemitraan antara AS, Rusia, Jepang, Eropa, dan Kanada ini diperkirakan akan beroperasi hingga tahun 2030.

"Saya akan memberi tahu Anda satu hal yang membuat saya sangat prihatin. Itu adalah suatu hari yang akan datang ketika Stasiun Luar Angkasa Internasional mencapai akhir masa manfaatnya," kata Bridenstine.

"Agar Amerika Serikat dapat hadir di orbit Bumi yang rendah, kita harus bersiap untuk apa yang akan terjadi selanjutnya," tambahnya.

Bridenstine memperingatkan anggota parlemen, penting untuk mempertahankan supremasi luar angkasa AS dalam menghadapi stasiun luar angkasa Tiongkok yang direncanakan akan beroperasi  2022.

Stasiun itu bernama Tiangong, yang berarti Istana Surgawi. Pada bulan Juni, media pemerintah Tiongkok mengumumkan mereka bermitra dengan 23 entitas dari 17 negara untuk melakukan eksperimen ilmiah di dalamnya. Negara-negara ini termasuk negara maju dan berkembang, seperti Prancis, Jerman dan Jepang, serta Kenya dan Peru, menurut kantor berita Xinhua.

"Tiongkok dengan cepat membangun apa yang mereka sebut 'Stasiun Luar Angkasa Internasional Tiongkok', dan mereka dengan cepat memasarkan stasiun luar angkasa itu ke semua mitra internasional kami," ujar Bridenstine.

"Akan menjadi tragedi, setelah seluruh waktunya dan semua upaya ini, kita meninggalkan orbit Bumi yang rendah dan menyerahkan wilayah itu," tuturnya

Baca juga: NASA Butuh US$28 Miliar untuk Kembali ke Bulan

Untuk itu, NASA meminta US$150 juta untuk tahun fiskal 2021 guna membantu mengembangkan komersialisasi orbit rendah Bumi, yang didefinisikan sebagai 2.000 km (1.200 mil) atau kurang dari permukaan planet.

"Kami ingin melihat kemitraan publik-swasta di mana NASA dapat menangani penyedia stasiun luar angkasa komersial, sehingga kami dapat menjaga keberadaan manusia permanen tanpa gangguan di orbit rendah Bumi," ungkapnya.

"Saya tidak berpikir itu adalah kepentingan bangsa untuk membangun Stasiun Luar Angkasa Internasional. Saya pikir itu adalah kepentingan bangsa untuk mendukung industri komersial, NASA adalah pelanggannya."

Dia menjelaskan gaya berat mikro ISS menawarkan potensi besar untuk kemajuan ilmiah. Mulai dari inovasi di bidang farmasi, pencetakan organ manusia 3D hingga pembuatan retina buatan untuk mengobati orang dengan degenerasi makula.

Karena itu, perlu mendanai NASA untuk membayar perusahaan-perusahaan untuk mendirikan stasiun luar angkasa. Sehingga, akan menjadi salah satu dari beberapa pelanggan untuk menurunkan biayanya sendiri.

"Ini sangat penting untuk pada akhirnya tidak menyerahkan wilayah itu ke negara lain yang tidak mengutamakan kepentingan kami," tutupnya.(AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP/Johannes EISELE

PBB Batalkan Pertemuan Tatap Muka Setelah Staf Terkena Korona

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 11:39 WIB
Presiden Majelis Umum PBB Volkan Bozkir mengatakan bahwa layanan medis PBB merekomendasikan pembatalan sambil menunggu pelacakan kontak...
AFP

Pfizer Sebut Vaksin Covid-19 Masih Mungkin Tersedia di Tahun 2020

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 11:00 WIB
Pfizer mengatakan bahwa pihaknya bisa memiliki data pada bulan Oktober, yang mungkin telah memajukan proses menjelang pemilihan presiden...
AFP/Michal Cizek

Langgar Protokol Kesehatan, Menkes Rep Ceko Dipecat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:43 WIB
Menteri Kesehatan Rep Ceko Roman Prymula, pekan lalu, tertangkap kamera meninggalkan sebuah restoran yang seharusnya sedang tutup...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya