Kamis 24 September 2020, 04:20 WIB

Belum Waktunya Belajar di Sekolah

(RF/PO/N-2) | Nusantara
Belum Waktunya Belajar di Sekolah

(Rendy Ferdiansyah)
Antisipasi korona. Sekolah di Babel do semprot disinfektan.

 

AWAL September lalu, wajah Muhammad Soleh semringah karena SMA dan SMK di wilayahnya diizinkan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Namun, tiga minggu kemudian, mendung sudah harus datang lagi.

"Kegiatan belajar mengajar tatap muka di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka harus dihentikan. Ada penambahan signifikan kasus terkonfirmasi positif di sejumlah kecamatan di dua daerah," ujar Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung itu, kemarin.

Namun, ia memastikan tidak semua kabupaten yang direm. Penyetopan terutama di Kecamatan Gabek dan Taman Sari, Pangkalpinang, serta Kecamatan Sungai Liat dan Pemali di Kabupaten Bangka.

Tujuan penghentian, lanjut dia, semata-mata demi keselamatan siswa dan guru sehingga mereka terhindar dari paparan covid-19.

Sementara untuk Bangka Barat, terkait adanya laporan kasus baru di salah satu kecamatan, Soleh mengaku masih menunggu laporan Satgas Covid-19. Dengan penghentian itu, siswa SMA dan SMK kembali belajar secara daring.

"Daerah yang masih aman seperti Belitung, Belitung Timur, dan Bangka Selatan masih bisa melanjutkan proses belajar mengajar dengan tatap muka," tandasnya.

Kebijakan serupa juga harus dipilih Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Imanuel Baun. Sepekan lalu, ia mengizinkan 500 sekolah SD dan SMP datang ke sekolah.

Namun, awal pekan ini, ia kembali harus mengumumkan kebijakan sebaliknya. "Kegiatan belajar mengajar kembali ditutup karena saat ini Kabupaten Kupang kembali menjadi zona merah covid-19," ujarnya.

Senin pekan lalu, papar Imanuel, Kabupaten Kupang tercatat sebagai zona hijau. Sekolah pun dibuka untuk menerima siswa SD dan SMP belajar bersama.

Namun, dalam sepekan, 10 kasus baru muncul. Penutupan kembali sekolah dilakukan. Sebagai awal, sekolah Kecamatan Kupang Tengah dan Kupang Timur ditutup lebih dulu, Jumat (18/9). Senin (21/9) giliran seluruh sekolah di kecamatan lain.

"Guru sudah diminta untuk kembali membentuk kelompok belajar di rumah dengan jumlah siswa terbatas," tandas Imanuel. (RF/PO/N-2)

Baca Juga

MI/Arnoldus Ndae

JK: Pandemi Covid-19 Beres di Indonesia pada 2022

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:40 WIB
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan butuh waktu sampai tahun 2022 bagi Indonesia untuk benar-benar pulih dari...
dok.mi

Kasus Positif Covid-19 di Bali Trennya Menurun

👤Ruta Suryana/Arnold Dae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 16:55 WIB
KASUS positif covid-19 di Bali dalam sepekan terakhir cenderung menunjukkan tren...
Istimewa

LSI Prediksi Petahana di Pilkada Sulut Sulit Dikalahkan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 16:40 WIB
JIKA tidak ada kejadian luar biasa, pasangan petahana Olly – Steven sulit dikalahkan pada Pilkada Sulut pada 9 Desember...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya