Kamis 24 September 2020, 04:01 WIB

Pemahaman Kebangsaan di NU Matang

Dhk/Cah/P-1 | Politik dan Hukum
Pemahaman Kebangsaan di NU Matang

DOK SETWAPRES
Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat membuka Konferensi Besar Nahdlatul Ulama secara virtual di Istana Wapres, Jakarta, kemarin.

 

NAHDLATUL Ulama (NU) tengah menggelar konferensi besar. NU sebagai organisasi besar pun telah mampu menjalankan tugas-tugas dalam bidang kebangsaan dan keumatan. Diselenggarakannya konferensi besar menjadi ajang yang tepat melakukan evaluasi jalannya organisasi NU dalam menjawab tantangan pada masa mendatang.

“Salah satu bentuk evaluasi itu kita bangga bahwa NU telah menjadi organisasi pionir yang mampu meletakkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan menjadi satu tarikan napas dalam dakwah dan perjuangan,” tegas Wapres Ma’ruf Amin saat membuka Konferensi Besar NU secara virtual, kemarin.

Wapres mengatakan pemahaman kebangsaan di tubuh NU secara hierarkis telah matang, mulai pengurus besar sampai ke tingkat pengurus ranting. Hal tersebut menjadi aset nonfisik yang tak banyak dimiliki organisasi-organisasi keagamaan yang lain.

Namun, imbuhnya, dalam menghadapi tantangan ke depan, ada banyak hal penting yang harus dikelola secara baik. Wapres memaparkan tantangan-tantangan yang kemungkinan akan dihadapi NU, mulai penguasaan teknologi, ekonomi, hingga pendidikan.

Konferesi Besar NU 2020 membahas mengenai penundaan pelaksanaan Muktamar ke-34 NU yang seharusnya diselenggarakan pada Oktober. Penundaan tersebut didasarkan pada pertimbangan masih merebaknya covid-19.

Kegiatan Konferensi Besar NU ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas jajaran pengurus harian PBNU, PWNU, dan lembaga di bawah naungan NU.

Di antara keputusan penting Konferensi Besar NU 2020 ialah menunda kegiatan Muktamar ke-34 NU pada Oktober 2021 yang seharusnya dilakukan Oktober 2020 ini.

“Menetapkan, pertama, menunda pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang sedianya dilaksanakan di Lampung pada Oktober 2020 berubah pada Oktober 2021 di Lampung,” bunyi keputusan Konbes NU tentang Pelaksanaan Muktamar ke-34 NU dan Masa Khidmat PBNU.

Selanjutnya, jika Oktober 2021 tidak dapat dilakukan yang disebabkan hal-hal tertentu, termasuk covid-19 yang belum terkendali, PBNU memutuskan menggelar pelaksanaan muktamar setelah pandemi hilang.

“Poin penting lain dari kegiatan Konbes NU tersebut, yakni masa khidmat pengurus besar NU hasil Muktamar ke-33 NU berlaku sampai dengan demisioner dalam Muktamar ke-34 NU. Artinya, masa jabatan kepengurusan NU di bawah pimpinan KH Said Aqil Siroj diperpanjang sampai pelaksanaan Muktamar ke-34 NU dapat dilaksanakan. (Dhk/Cah/P-1)

Baca Juga

Antara/Muhammad Iqbal

DPR Optimistis Target Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Tercapai

👤Putra Ananda 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:33 WIB
Tingginya partisipasi pemilih dapat menjadi salah satu indikator kualitas pelaksanaan...
DOk. Sekretariat Pers Presiden Ri

Wakil Ketua DPR : Kunjungan PM Jepang bukan Kunjungan Biasa

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:03 WIB
Kunjungan itu memberi sinyal kepada pemerintah, agar tidak melupakan peran strategis Jepang membangun harmoni geopolitik dan ekonomi dunia...
Antara

Usut Penyebab Kebakaran Kejagung, Penyidik Gelar Ekspos

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 16:33 WIB
"Sore ini pukul 15.30 WIB sesuai rencana, penyidik ekspos di depan jaksa peneliti di Kejagung," ujar Karopenmas Divisi Humas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya