Rabu 23 September 2020, 20:01 WIB

Talas Beneng, Produk Ekspor Unggulan Kabupaten Pandeglang

mediaindonesia.com | Ekonomi
Talas Beneng, Produk Ekspor Unggulan Kabupaten Pandeglang

DOK KEMENTAN
Talas Beneng, Produk Ekspor Unggulan Kabupaten Pandeglang

 

Di masa pandemi ini permintaan luar negeri untuk Talas Beneng ternyata tidak menyurut. Selain Belanda, ada lima negara baru yang menampung hasil panen Talas Beneng asal Pandeglang. Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang bersama Asosisasi Talas Beneng Kabupaten Pandeglang terus menggenjot produksi Talas Beneng yang asli asal Pandeglang ini.

Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng Kabupaten Pandeglang Ardi Maulana menjelaskan, permintaan untuk Daun Talas Beneng kering ke Australia dan Selandia baru mencapai 20 ton per bulan. "Sedangkan untuk permintaan produk umbi gaplek Talas Beneng sebanyak 40 ton ke India dan 50 ton ke Turki,“ jelasnya.

Selain itu Kabupaten Pandeglang juga kebanjiran permintaan ekspor dari negara lain. Yaitu negara Malaysia berupa tepung talas sebanyak 50 ton per bulan. “Alhamdullilah di saat yang lain mengeluh dengan usahanya di masa masa sulit seperti ini, pasar kami masih terus mendapatkan permintaan dari negara negara lain," tambah Ardi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengatakan, pihaknya menggenjot hasil budidaya talas beneng karena sudah menjadi komoditas ekspor andalan dan sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pertanian. “Talas beneng memiliki nilai ekonomi yang tinggi daripada tanaman lainnya. Karena hasil dari tanaman ini tidak ada yang terbuang mulai dari akar sampai daunnya,“ jelas Budi.

Ia yakin karena pemerintah pusat sudah menetapkan talas beneng ini di antara komoditas andalan untuk ekspor. Mulai dari tahun ini hingga lima tahun ke depan. “Bahkan berpeluang untuk bisa meningkatkan pendapatan petani karena seluruh bagian dari talas beneng ini sangat bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi," tambah Budi.

Talas beneng adalah tanaman yang tidak mengenal musim, bahkan tanaman ini semula dianggap tanaman yang bisa membuat gatal-gatal. Hasil penelitian mengungkapkan tanaman dengan nama latin Xanthosoma undipes ini mempunyai kandungan yang sangat bermanfaat.

Di tempat yang berbeda, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi, mengatakan talas merupakan komoditas pangan alternatif yang mulai populer dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai dan prospek ekonomi yang cukup bagus, khususnya sebagai bahan pangan dan komoditas ekspor ke Belanda dan negara negara lain. Ini sebenarnya peluang kita untuk mengembangkan talas yang beorientasi ekspor. “Kita dorong terus petani agar mulai meningkatkan nilai tambah talas," ujarnya.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui arahan Menteri Pertaniuan Syahrul Yasin Limpo terus mendorong pengembangan pasar ekspor dalam rangka meningkatkan pendapatan petani sehingga petani kita tetap terus bersemangat untuk bertani. (RO/OL-10)

Baca Juga

MI/Susanto

BI: Negara OKI Harus Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:12 WIB
Bank Indonesia memandang ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian dunia. Apalagi jika sektor berbasis...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Pemerintah Sesuaikan Harga Patokan Ekspor Produk Tambang

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:09 WIB
Penyesuaian itu didasari oleh HPE produk pertambangan dan dikenai bea keluar (BK) yang terpengaruh fluktuasi harga...
Ilustrasi

Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Miliki Potensi Besar

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:42 WIB
Menurut Deputi Gubernur Bank Indoensia (BI) Sugeng, melalui digitalisasi pula definisi sempit dari ekonomi dan keuangan syariah menjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya