Rabu 23 September 2020, 18:50 WIB

Kemendikbud Akui Ada Provider Manfaatkan Momen Subsidi Kuota

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Kemendikbud Akui Ada Provider Manfaatkan Momen Subsidi Kuota

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Mendikbud Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9).

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai menyalurkan subsidi kuota internet kepada siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. Penyaluran tahap pertama di bulan ini berlangsung pada 22-24 September 2020. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menuturkan, berdasarkan laporan di lapangan, ada pihak yang mendapatkan kuota sebesar 10 GB, atau tidak sesuai dengan pernyataan pemerintah.

Padahal, menurut penuturan Kemendikbud, jumlah kuota yang disubsidi yakni sebesar 35 GB.

“Di daerah 3T bantuan kuota yang harusnya 30 GB di lapangan hanya diterima 10 GB, sehingga perlu ada informasi yang lebih jelas,” kata Dede dalam rapat kerja bersama Kemendikbud, Rabu (23/9).

Baca juga: Nadiem Tambah Dana BOS untuk Daerah Terpencil

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im menjelaskan bahwa subsidi tersebut bukan dari pemerintah, melainkan trik operator mempromosikan produknya.

“Kemungkinan ada salah paham di masyarakat karena ada provider yang memberikan dalam rangaka marketing mereka kuota 10 GB. Jadi ini mungkin yang overlap lalu dikira itu dari Kementerian,” tuturnya.

Lebih lanjut Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menambahkan, akurasi data nomer ponsel siswa merupakan tanggung jawab kepala sekolah dan rektor karena setiap pimpinan di satuan pendidikan telah menandatangani berkas yang menyatakan bahwa akurasi nomer merupakan tanggung jawabnya.

“Nomer itu benar, nomer itu salah, tanggung jawabnya ada di kepala sekolah dan kepala universitas,” tuturnya.

Di samping itu, Nadiem juga meminta bagi para siswa yang belum menerima subsidi untuk bersabar dan tidak perlu khawatir, sebab, mereka bisa langsung bertanya kepada kepala sekolah.

“Kalau belum menerima, pergi ke kepsek. Lalu dalam tiap bulan bisa ada masa koreksinya, jadi jangan khawatir, jangan panic, jangan kemana-mana, komplainnya langsung ke kepsek dan berikan nomernya. Setiap diberikan, kuota itu akan valid selama 30 haru setelah kuota diterima,” tandasnya. (H-3)

Baca Juga

ANTARA/Syaiful Arif

Pondok Pesantren Institusi Teladan Perangi Covid-19

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:01 WIB
Tradisi kedisiplinan para santri serta keteladanan dan sikap kehati-hatian kiai serta pengasuh pesantren menjadi modal utama dalam...
ANTARA/Asprilla Dwi Adha

Epidemiolog Minta Jangan Ada Hambatan Uji Klinis Vaksin Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:43 WIB
Perusahaan Biofarma pembuat dosis vaksin, Sinovac, mengklaim uji klinis tahap pertama dan kedua terbukti dapat meningkatkan kekebalan tubuh...
Antara

Bepeten: Perum Batan Indah Sudah Bebas dari Radiasi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:30 WIB
BADAN Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengumumkan bahwa Perumahan Batan Indah yang berlokasi di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan telah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya