Rabu 23 September 2020, 16:13 WIB

Harmonisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Pulihkan Pariwisata DIY

Ardi Teristi Hardi | Nusantara
Harmonisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Pulihkan Pariwisata DIY

MI/Ardi Teristi Hardi
Pedagang kaki lima di kawasan wisata Malioboro Yogyakarta sedang melayani pembeli.

 

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X mengungkapkan harmonisasi adaptasi kebiasaan baru, keseimbangan antara ekonomi dan kesehatan menjadi langkah yang diambil dalam memulihkan pariwisata di DIY. 

"Kami tidak pernah membedakan antara kesehatan dengan ekonomi. Bagaimana dua hal ini bisa berjalan seimbang," jelas Sri Sultan saat menjadi pembicara pada Webinar UPH Governors and Ambassadors Talk Series I dengan tema Prospek Pariwisata dan Isu yang Mempengaruhi Indonesia, Selasa (22/9).

Dengan kebijakan itu, Sultan berharap masyarakat memahami situasi yang terjadi dan dapat beradaptasi dengan keadaan baru. Dengan demikian, mereka mampu mengubah mindset sehingga bisa survive dalam menghadapi tantangan covid-19. Harmonisasi kesehatan dan ekonomi sangat penting dilaksanakan pada sektor pariwisata. Pasalnya, menurut data BPS tahun 2019 dan data dari Bank Indonesia di tahun 2020, kontribusi pariwisata dan pendidikan di DIY mencapai 64,6%.

Kontribusi sektor pariwisata langsung bagi PDRB sekitar 10,4%, sedangkan pendidikan langsung sebesar 8,1%. Kontribusi terbesar justru dari pendukung di sektor pariwisata dan pendidikan, dalam hal ini termasuk kuliner yang mencapai 46,1%. Sementara itu di Kota Yogyakarta, hotel-hotel mendapat surat keterangan hasil verifikasi dan stiker terverifikasi bidang usaha pariwisata dari Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (22/9). 

baca juga: Baru 671 Akomodasi Wisata di Bali yang Bersertifikasi Prokes

Total yang sudah memperoleh verifikasi ada 21 hotel dan empat restoran. Wakil Wali Kota Yogya, Heroe Poerwadi menjelaskan proses verifikasi ini merupakan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menumbuhkan kepercayaan wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta.

"Verifikasi ini merupakan kesepakatan kita bersama. Sedari awal yang harus kita promosikan adalah membangkitkan roda perekonomian dengan citra Yogyakarta yang aman dan nyaman di semua bidang," papar Heroe. 

Pemkot Yogyakarta terus berusaha membangkitkan ekonomi. Heroe pun meminta semua elemen masyarakat senantiasa disiplin menjalankan protokol kesehatan. Dengan demikian, semua orang luar bisa yakin, aman, dan nyaman saat berkunjung ke Yogyakarta. (OL-3)

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Empat Posko Disiapkan Antisipasi Klaster Liburan Panjang

👤Lilik Darmawan 🕔Senin 26 Oktober 2020, 10:33 WIB
Ada empat titik yang nantinya dijadikan lokasi posko menghadapi liburan panjang di Banyumas, yakni di perbatasan seperti Pekuncen,...
Ilustrasi

Ketua IDI Kalbar Positif Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 09:59 WIB
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Kalimantan Barat dr Rifka MM menjalani isolasi mandiri karena dikonfirmasi positif...
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Gempa Bumi Dangkal di Pangandaran, Masyarakat Waspada

👤Kristiadi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 09:32 WIB
Gempa dangkal di Pangandaran dengan magnitudo 4,5 dirasakan sampai Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Cilacap dan Garut. Hal ini membuat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya