Rabu 23 September 2020, 15:11 WIB

Anwar Sambut Muhyiddin Bergabung dengan Pemerintahan Baru

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Anwar Sambut Muhyiddin Bergabung dengan Pemerintahan Baru

AFP/ MOHD RASFAN
Anwar Ibrahim

 

PEMIMPIN oposisi Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyampaikan undangan kepada Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin untuk bergabung dengan pemerintahan baru yang akan segera dibentuk.

Sebelumnya, politikus kawakan Partai Keadilan Rakyat ini mengatakan memiliki dukungan mayoritas yang kuat, meyakinkan, dan hebat untuk membentuk pemerintahan baru. Karena itu, ia mengklaim pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah ‘tumbang’.

Dia menolak memberikan jumlah pasti anggota parlemen yang sekarang ada di kubunya. Minimal, 112 anggota parlemen diperlukan untuk mengontrol Parlemen yang berkomposisi 222 kursi Dewan Rakyat.

Baca juga:  Anwar Ibrahim Klaim Didukung Parlemen untuk Bentuk Pemerintahan

Anwar mengatakan partisipasi Muhyiddin dalam pemerintahan baru akan memastikan pergantian pemerintahan yang lancar dan damai.

“Saat ini, dengan jumlah (dukungan anggota parlemen) yang saya miliki, Muhyiddin bukan lagi perdana menteri. Saya menyambutnya untuk bekerja sama karena saya tidak punya masalah pribadi dengannya,” tutur Anwar. (NST/OL-5)

Baca Juga

Dok.Istana Kepresidenan

Politik Luar Negeri yang Konsisten Sebabkan RI Mitra Penting AS

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:50 WIB
MENGHADAPI tantangan stabilitas dan keamanan baik di kawasan maupun global yang terus meningkat, Indonesia tetap konsisten untuk...
AFP/Manjunath Kiran

Susul AS, Kasus Covid-19 di India Tembus 8 Juta Orang

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:47 WIB
Meski kasus positif sangat tinggi, namun tingkat kasus kematian akibat covid-19 di India relatif rendah. Sampai saat ini, jumlah kasus...
AFP/Atta Kenare

Tolak Sikap Macron, Mahasiswa Iran Demo di Kedubes Prancis

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:46 WIB
Demonstran membawa poster dan spanduk bertuliskan pesan tegas, yang menentang pernyataan kontroversial dari Presiden Prancis Emmanuel...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya