Rabu 23 September 2020, 15:10 WIB

Program Deradikalisasi Napi Terorisme Belum Terintegrasi

Emir Chairullah | Politik dan Hukum
Program Deradikalisasi Napi Terorisme Belum Terintegrasi

ANTARA/Widodo S. Jusuf
ilustrasi melawan terorisme

 

PROGRAM deradikalisasi terhadap mantan narapidana terorisme di Indonesia belum dilakukan secara terintegrasi. Akibatnya, Pengamat Terorisme Sapto Priyanto, banyak mantan terpidana kasus terorisme mengulang aksinya di kemudian hari. 

“Mereka melakukan proses deradikalisasi di lapas terhadap narapidana secara parsial. Akibatnya ketika program pasca lapasnya bermasalah,” katanya dalam diskusi daring bertajuk Strategi Pencegahan Residivisme Terorisme di Indonesia, Rabu (23/9).

Ia menyebutkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan terungkap jika proses deradikalisasi terhadap napi terorisme ternyata didominasi Densus 88. Sementara instansi lain seperti lapas dan lembaga terkait terutama Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) tidak terlalu banyak dilibatkan. 

“Kecenderungannya tidak ada yang kerja sama dengan BNPT. Karena tidak ada kerja sama yang baik, saat dibebaskan bakal mengalami persoalan,” ujarnya.

Baca juga : Polri: Belum Ada Pelaporan UI Soal Dugaan Fitnah Politikus PKS

Ia mencontohkan kasus bom Surabaya yang ternyata pelakunya merupakan residivis kasus terorisme. Umumnya, ungkap Sapto, para residivis ini karena masih mendapatkan dukungan dari luas lapas ketika masih dipidana. 

“Belum lagi kemudian ada labelling dari masyarakat ketika pelaku bebas. Akibatnya mereka mengulang aksinya,” ujarnya. (P-5)

Baca Juga

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Anggota Wantimpres Mardiono Pastikan Calonkan Diri Jadi Ketum PPP

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Minggu 01 November 2020, 08:15 WIB
Mardiono mengaku masih harus mempersiapkan diri sebelum melakukan konsolidasi, khususnya melapor ke Presiden Joko Widodo...
ANTARA/Teguh prihatna

Kemendagri Tegur 67 Pemda Terkait Pelanggaran Netralitas ASN

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 01 November 2020, 06:17 WIB
Kepala Daerah yang tidak menindaklanjuti rekomendasi tersebut akan dikenai sanksi, mulai dari sanksi moral hingga hukuman...
Dok.MI/Rommy

Kasus Siti Fadilah Jadi Pembelajaran

👤Cah/Ant/P-1 🕔Minggu 01 November 2020, 05:10 WIB
Menteri kesehatan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu diserahterimakan dari pihak Rutan Kelas I Pondok Bambu ke kuasa hukumnya, yakni...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya