Rabu 23 September 2020, 11:33 WIB

Indonesia Menuju Populasi Penduduk Usia Tua

Atalya Puspa | Humaniora
Indonesia Menuju Populasi Penduduk Usia Tua

ANTARA FOTO/Yulius Satria W
Sejumlah orang tua lanjut usia melakukan senam pernafasan di Taman Heulang, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/10).

 

DIREKTUR Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Kirana Pritasari mengatakan saat ini negara Indonesia menuju populasi penduduk usia tua.

“Saat ini negara kita dalam transisi menuju struktur penduduk tua (ageing population),” kata Kirana dalam keterangan resmi, Rabu (23/9).

Ia menjelaskan sesuai proyeksi BPS, penduduk usia lanjut akan menjadi 16,77% di 2035 dari sebelumnya 9,6% di 2019.

“Tentu kita menginginkan memiliki umur panjang, memiliki fisik dan mental yang sehat, terhindar dari berbagai macam penyakit dan masih mampu memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ucapnya.

Untuk itu, tambah Kirana, perlu dilakukan gerakan masif memasyarakatkan “Kelanjutusiaan Sehat atau Healthy Aging” agar seluruh masyarakat dapat melalui proses menua dengan sehat dan memiliki kualitas hidup tinggi.

Seiring terjadinya proses menua, juga terjadi proses degeneratif secara alami yang tidak dapat dihindarkan. Tubuh akan mengalami kemunduran fisik, kognitif, dan psikis, sehingga sangat penting untuk menjaga kondisi lansia tetap sehat selama mungkin.

Baca juga: Jumlah Penduduk Usia Produktif Indonesia Jadi Daya Tarik

Sejalan dengan berbagai komitmen global, kebijakan kesehatan usia lanjut telah tertuang sebagai salah satu indikator dalam RPJMN dan Renstra Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024. Transformasi sistem kesehatan diperlukan untuk menjamin keterjangkauan akses terhadap pelayanan terintegrasi yang berbasis pada kebutuhan dan hak lansia.

Dengan demikian, akan banyak dibutuhkan penyesuaian program dan kegiatan kelanjutusiaan yang terfokus terhadap penguatan pelayanan kesehatan, pemanfaatan teknologi, pengorganisasian dan sistem pembiayaan, serta layanan yang terintegrasi antar sektor.

“Terlebih di masa pandemi ini, pemanfaatan teknologi dalam pemberian layanan, pembinaan kesehatan serta edukasi masyarakat sangat penting, untuk melindungi kelompok rentan termasuk lansia agar tidak terpapar covid-19,” tutur Kirana.

Dalam kesempatan ini, Kirana mengajak semua kalangan untuk bersama-sama melakukan beberapa hal, antara lain :

1) Meningkatkan kerjasama baik lintas program, lintas sektor, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta pihak lainnya dalam upaya peningkatan kesehatan lansia

2) Menggaungkan pelaksanaan GERMAS dimulai dari keluarga; serta

3) Mendorong lintas generasi yang peduli dan sayang kepada lansia serta mempersiapkan dirinya menjadi lansia yang SMART.(OL-5)

Baca Juga

MI/akhmad Safuan

2021, Museum Berbentuk BLU

👤 (Aiw/H-2) 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 01:15 WIB
INDONESIA masih memiliki pekerjaan besar di bidang...
123RF

Kreativitas Dorong Kemandirian Bangsa

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:00 WIB
SETELAH lulus sekolah atau kuliah nanti mau bekerja di mana? Pertanyaan lumrah tersebut mulai saat ini rasanya tidak pas untuk ditanyakan...
Dok. Media Indonesia

MI Kembali Raih Penghargaan Koran Berdedikasi Berbahasa Indonesia

👤Dero Iqbal Mahendra 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 23:57 WIB
Ini merupakan kali kedua secara berturut turut Media Indonesia mendapatkan penghargaan dalam kategori yang sama, sebelumnya Media Indonesia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya