Rabu 23 September 2020, 09:44 WIB

Turki-Yunani Lanjutkan Pembicaraan Soal Sengketa Mediterania

Faustinus Nua | Internasional
Turki-Yunani Lanjutkan Pembicaraan Soal Sengketa Mediterania

AFP/Ozan Kose
Kapal Turki di Laut Mediterania

 

TURKI dan Yunani sepakat melannjutkan pembicaraan soal sengketa perairan di Mediterania timur, setelah upaya diplomatik yang dipimpin oleh Jerman untuk meredakan krisis yang telah menimbulkan kekhawatiran akan konflik.

Kebuntuan atas eksplorasi gas di perairan yang diperebutkan, membuat tetangga NATO melakukan konfrontasi di tengah retorika agresif. Tetapi beberapa hari terakhir situasi mulai kondusif, ketegangan menurun, sehingga meningkatkan harapan untuk solusi diplomatik.

Selasa (22/9), kedua belah pihak siap memulai pembicaraan eksplorasi, setelah konferensi video tiga arah antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kanselir Jerman Angela Merkel dan ketua Dewan Eropa Charles Michel.

Baca juga: Turki Konfirmasi Kapalnya telah Kembali dari Laut Mediterania

Kementerian Luar Negeri Yunani pun mengonfirmasi pembicaraan akan berlangsung di Istanbul. Belum diketahui tanggal yang ditentukan, tetapi dipastikan akan segera dilakukan.

Sebelumnya, ketegangan dimulai pada Agustus ketika Turki mengirim kapal penelitian Oruc Reis ke perairan yang disengketakan di dekat pulau Yunani. Penelitian itu disertai dengan kapal perang dan Turki telah memperpanjang misi tiga kali meskipun ada kecaman dari Uni Eropa dan Yunani untuk berhenti.(France24/OL-5)

Baca Juga

Biro Pers Sekretariat Presiden

Jepang Kucurkan Bantuan Rp7 Triliun untuk Penanganan Korona

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 19:36 WIB
Selain meminjamkan dana segar, pemerintah Jepang juga akan memberikan bantuan peralatan medis guna memperkuat lembaga pengkajian kesehatan...
Ilustrasi

520 Juta Jarum Suntik Diamankan UNICEF

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 18:35 WIB
Pengadaan tersebut merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk mengakumulasi 1 miliar jarum suntik sampai 2021 untuk membantu...
AFP

Imbas Pemenggalan Guru, Otoritas Prancis Tutup Masjid Paris

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 18:32 WIB
Kementerian Dalam Negeri mengatakan masjid di Pantin, yang memiliki sekitar 1.500 jemaah, akan ditutup pada Rabu malam selama enam bulan ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya