Rabu 23 September 2020, 03:55 WIB

Jangan Anggap Sepele Efek Samping Obat

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Jangan Anggap Sepele Efek Samping Obat

Dok. 123RF
Ilustrasi Minum Obat.

 

PARTISIPASI aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian yang tidak diinginkan (KTD) atau efek samping obat yang digunakan, baik yang terjadi pada dirinya, keluarga, maupun teman atau koleganya, sangat dibutuhkan demi keselamatan dan keamanan pasien saat ini ataupun di masa depan.

Melalui Patient Safety Day 2020 yang diperingati di seluruh dunia pada 17 September, Bayer dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama-sama mendukung dan melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya pelaporan efek samping obat.

Presiden Direktur Bayer Indonesia Angel Michael Evangelista mengatakan keselamatan dan keamanan pasien adalah kewajiban dan inti dari bisnis Bayer. "Bayer berkomitmen menghasilkan obat-obatan baik resep maupun nonresep yang berkualitas tinggi dan aman," kata Angel dalam webinar Patient Safety Day 2020, Kamis (17/9).

Terkait dengan pentingnya pengetahuan masyarakat akan pelaporan efek samping obat khususnya bagi pasien kanker, Ketua Umum YKI Profesor Wisaksono Sudoyo menyebut demi keselamatan pasien, perlu bagi tenaga medis untuk berpegang pada prinsip first, do not harm atau melakukan segala langkah dengan mengutamakan keselamatan pasien.

"Namun, sangatlah penting juga bagi pasien kanker untuk segera melaporkan ke dokter jika terjadi efek samping setelah menggunakan obat tertentu agar dokter dapat memberikan advise jika diperlukan perawatan medis tertentu atau mengubah obat apabila harus menjalani perawatan lain," jelasnya.

Perihal sistem pelaporan efek samping dan manfaatnya bagi pasien dan konsumen di Indonesia, Ketua International Society of Pharmacovigilance (ISoP) Indonesia, dr Jarir At Thobari, menjelaskan peran masyarakat sangat penting untuk turut aktif memantau dan melaporkan efek samping obat-obatan yang tengah dikonsumsi. "Dengan pelaporan yang ada, tentu saja akan membantu untuk menentukan tindak lanjut terhadap obat-obatan tersebut," sebutnya.

ISoP Indonesia sebagai organisasi ilmiah independen berkomitmen dalam memajukan sistem Farmakovigilans di Indonesia. Salah satunya dengan terus-menerus melakukan sosialisasi tentang pentingnya pelaporan efek samping obat, baik untuk masyarakat, industri farmasi, maupun profesional di bidang kesehatan. (Fer/H-1)

Baca Juga

MTVN/ Dheri A

Inovasi Digital untuk Benahi Museum

👤Suryani W Putri Pertiwi 🕔Minggu 01 November 2020, 03:50 WIB
Virtual tour museum menguntungkan bagi pengunjung museum dari berbagai daerah. Ini dijadikan solusi agar museum-museum kembali...
Antara/Medcom.id

Skenario Antisipasi Kemacetan telah Disiapkan

👤Ins/Put/X-10 🕔Minggu 01 November 2020, 03:02 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan skenario mengurai volume kendaraan dengan menggratiskan biaya tol ketika volume...
Dok. Pribadi

BWA Resmikan Wakaf Sarana Air Bersih di Lereng Gunung Slamet

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 23:36 WIB
Setiap musim kemarau, warga lereng Gunung Slamet dan Pesantren At-Tholibiyah yang berada di Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah ini akan mengalami...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya