Rabu 23 September 2020, 03:35 WIB

Pengobatan Terkini Kanker Limfoma

Suryani Wandari Putri | Humaniora
Pengobatan Terkini Kanker Limfoma

Sumber: Kementerian Kesehatan/Globocan/Tim Riset MI-NRC/Grafis: SENO
Grafis Mengenal Kanker Limfoma.

 

KEJADIAN itu sudah berlalu enam tahun lamanya, tapi Siti, 53, masih amat berduka hingga hari ini. Kepergian mendiang Agung, 55, kakaknya yang divonis kanker limfoma, memang teramat cepat.

Pada April 2014, Agung mengeluhkan sakit di perut, keluarnya keringat dingin di malam hari, dan sebuah benjolan di ketiak kanannya. Dokter merekomendasikan biopsi untuk mengecek massa di dalam benjolan itu.  

Setelah menunggu dua minggu, hasil patologi anatomi menyatakan cairan itu berisi sel kanker limfoma non-Hodgkin. Kabar itu sangat mengejutkan.

"Tidak ada garis kanker di dalam keluarga kami. Sebagai seorang tentara, fisik kakak saya juga sehat, kuat, dan atletis," tutur Siti kepada Media Indonesia, kemarin.

Agung memang sempat menjalani tiga kali kemoterapi, tetapi Tuhan memanggilnya lebih dulu pada Agustus 2014 atau empat bulan setelah vonis kanker dijatuhkan. "Sungguh cepat sekali si limfoma ini," ucap Siti.

Selain Siti, masih banyak orang yang belum mengenal apa itu limfoma. Itulah yang menjadi alasan munculnya Hari Kesadaran Limfoma Sedunia pada 15 September sejak 2004 lalu.

Dokter spesialis penyakit dalam hematologi onkologi medik RS Kanker Dharmais, Dr Ronald Alexander Hukom SpPD KHOM MHSC FINASIM, menjelaskan bahwa limfoma ialah kanker yang menyerang sel darah putih (limfosit) di dalam kelenjar getah bening sehingga berubah menjadi ganas.

Menurut Ronald, limfoma merupakan jenis kanker yang bisa sembuh meskipun ada risiko untuk kambuh. "Pengobatan yang tepat dapat menyembuhkan limfoma," ujarnya saat webinar Hari Peduli Limfoma Sedunia via daring pada Minggu (20/9).

Ronald membeberkan sejumlah terapi untuk limfoma. Pertama ialah kemoterapi untuk menghilangkan atau mematikan sel yang melakukan pembelahan termasuk tumor. Lalu, ada terapi target yang spesifik ditujukan pada cara sel membelah. "Dia menahan cara yang dilakukan sel untuk memperbanyak diri," jelasnya.

Selain itu, ada immunoterapi yang dilakukan dengan mengandalkan kekuatan sistem kekebalan tubuh si pasien untuk mengenai sel kanker dan membunuhnya. "Ini diikuti dengan terapi sel punca," ujar Ronald.

 

Kenali tipenya

Limfoma ada dua jenis, yaitu Hodgkin dan non-Hodgkin. Pada limfoma non-Hodgkin tipenya cukup beragam, bahkan ada sekitar 30 subtipe. Namun, secara garis besar, non-hodgkin dibedakan menjadi 3 tipe, yakni indolent, agresif, dan sangat agresif.

Ronald menjelaskan, pada indolent biasanya kanker akan tumbuh pelan bahkan sering tanpa gejala atau keluhan pada saat ditemukan. Berbeda dengan agresif dan sangat agresif, tumbuhnya cepat dalam hitungan minggu.

"Jenis agresif seperti leukimia akut, pengobatan harus segera dimulai dengan membutuhkan lebih banyak obat dengan dosis yang lebih tinggi, bahkan bisa juga transplantasi," lanjutnya.

Salah satu jenis indolent, limfoma folikular, memiliki harapan hidup sekitar 72% dalam waktu 5 tahun. Begitu pun dengan jenis diffuse large B-Cell Lymphoma, sekitar 46% mampu bertahan hidup dalam waktu 5 tahun.

Pada jenis kanker limfoma yang bersifat agresif, seperti Mantle cell lymphoma, mampu bertahan 27% dalam waktu 5 tahun. Malt lymphoma yang dirasakan orang yang lebih tua atau 60 tahun ke atas, justru 74%-nya bisa bertahan 5 tahun.

Sebagai contoh, ada pesinetron Aldi Taher yang selama 4 tahun terakhir sembuh dari limfoma hodgin yang diidapnya. Sementara itu, Dokter spesialis anak konsultan hematologi onkologi dari FKUI/RSCM Prof dr Djajadiman Gatot SpA(K) menegaskan, limfoma tidak bisa sembarangan dioperasi karena bisa menyebar kemana-mana.

"Penanganannya mirip dengan leukimia. Karena kalau leukimia itu munculnya langsung dari sumsum tulang, tapi kalau limfoma mulainya dari kelenjar tapi dia bisa menyebar ke sumsum pada limfoma stadium 4," kata dr Djajadiman, Minggu (13/8). (H-2)

Baca Juga

Ilustrasi

Ivermectin Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Pasien Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:10 WIB
Sejumlah negara Amerika Selatan juga telah menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan dan tindakan...
Dok. Pribadi

Kowani : Sumpah Pemuda juga Momen Perjuangan Perempuan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:01 WIB
"Dua bulan setelah peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, para perempuan Indonesia menginisiasi pembentukan Perikatan...
Dok. Pribadi

Kemenpora : Potensi Pemuda Bangun Bangsa Harus Dioptimalkan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:55 WIB
Zainuddin optimistis, pemuda Indonesia bisa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk pembangunan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya