Rabu 23 September 2020, 03:41 WIB

Koreksi Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Realistis

Mir/X-11 | Ekonomi
Koreksi Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Realistis

Kemenkeu/Riset MI-NRC
Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020

 

EKONOM dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, menilai koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang dilakukan Kementerian Keuangan terbilang realistis sebab dampak dari pandemi covid-19 cukup besar dan melahirkan ketidakpastian.

“Sejak awal saya sudah menyampaikan perkiraan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan III dan triwulan IV akan berada di zona negatif. Oleh karena itu, secara menyeluruh juga pertumbuhan ekonomi kita akan berada di kisaran minus 2%,” ujarnya, kemarin.

Piter menambahkan, proyeksi yang rendah itu tidak serta-merta menandakan pertumbuhan ekonomi pada 2021 akan rendah pula. Penghitungan proyeksi yang dilakukan semua pihak, termasuk bendahara negara, berasumsi pada kondisi yang tidak pasti. “Jika wabah benar-benar bersih di awal 2021, sangat mungkin kita bisa tumbuh sesuai target di angka 4,5% hingga 5,5%,” imbuh Piter.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2020 menjadi -1,7% hingga -0,6%. Perkiraan itu lebih dalam dari taksiran pertumbuhan sebelumnya di kisaran -1,1% hingga 0,2%.

Koreksi proyeksi pertumbuhan itu berangkat dari perkiraan kondisi perekonomian nasional di triwulan III yang masih di zona negatif. Perbaikan diperkirakan baru akan terjadi hingga mendekati 0% di triwulan IV 2020.

Menurut Menkeu, konsumsi pemerintah akan menjadi satu-satunya senjata melawan pelemahan ekonomi. Oleh karenanya, diperkirakan pertumbuhannya di triwulan III akan mencapai 9,8% hingga 17%.

“Untuk keseluruhan tahun, kita ada antara di positif 0,6% hingga 4,8% untuk konsumsi pemerintah. Jadi pemerintah sudah melakukan all out melalui kebijakan belanja atau ekspansi fiskalnya sebagai cara untuk counter cyclical,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, kemarin.

Sementara itu, pertumbuhan konsumi investasi dinilai akan tetap berada dalam zona negatif. Diprediksi pada triwulan III, pertumbuhannya -8,5% hingga -6,6% dan secara menyeluruh berada di kisaran -5,6% hingga -4,4%.

Penurunan juga terjadi pada kinerja ekspor. Menkeu memprediksi kinerja ekspor nasional pada triwulan III akan tumbuh di kisaran -13,9% hingga -8,7%. (Mir/X-11)

Baca Juga

 Spencer Platt/AFP

Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Pembahasan Stimulus AS

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 05:14 WIB
Rata-rata indeks utama di Bursa Saham New York Wall Street dibuka menguat setelah pasar memantau pembaruan kesepakatan stimulus...
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Bursa Aset Kripto Hadir

👤RO/E-3 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 05:10 WIB
PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) juga telah menunjukkan minat untuk menjadi infrastruktur pendukung kliring bagi...
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Minat Usaha Mikro Tetap Juara

👤Des/E-3 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 05:00 WIB
Jumlah pengajuan nomor induk berusaha (NIB) untuk usaha mikro tercatat 170.152 atau setara 86% dari 197.322 NIB yang diterbitkan melalui...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya