Selasa 22 September 2020, 21:35 WIB

Tingkatkan SDM Petani, 380 Pasutri Tani di 19 Kabupaten Ikuti PLEK

mediaindonesia.com | Nusantara
Tingkatkan SDM Petani, 380 Pasutri Tani di 19 Kabupaten Ikuti PLEK

Istimewa
Kegiatan Pelatihan PLEK IPDMIP berlangsung empat hari dengan mematuhi Protokol Kesehatan pandemi Covid-19

 

Di akhir September ini, pemerintah daerah di 19 kabupaten dari 10 provinsi menggelar kegiatan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) menyasar 380 pasangan suami istri (Pasutri) dari ketua kelompok tani (Poktan) dan penyuluh swadaya.

Pelatihan PLEK dilaksanakan Kementerian Pertanian RI bersama Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP). Tujuan, mengembangkan SDM pertanian di kawasan irigasi pada 27 kabupaten di 11 provinsi wilayah kerja IPDMIP 2020.

Kepala Pusluhtan BPPSDMP, Leli Nuryati mengatakan PLEK IPDMIP diadakan di 27 kabupaten dari 11 provinsi. Setiap kabupaten adakan pelatihan di 10 desa, total 270 desa.

"Target peserta pelatihan 16 orang di tiap desa atau delapan rumah tangga tani atau RTT, suami dan istri. Total target pelatihan 4.320 RTT dari 2.160 ketua Poktan," kata Leli Nuryati menurut keterangan tertulisnya, Selasa (22/9).

Pelatihan didukung pemerintah daerah dari wilayah target IPDMIP. Khusus di penghujung September 2020, 19 kabupaten di 10 provinsi menggelar PLEK yang waktunya variatif, 14 - 26 September. Pasutri ketua Poktan dan penyuluh swadaya di tiga kabupaten menyelesaikan PLEK pada 14 - 21 September yakni Kabupaten Musi Rawas (Sumsel), Pandeglang (Banten) dan Tuban (Jatim).

Sementara di 15 kabupaten, PLEK IPDMIP berlangsung pada 21 - 24 September di Kabupaten Aceh Timur dan Bireun (Aceh), Pasaman (Sumbar), Sukabumi (Jabar), Purworejo dan Banyumas (Jateng), Ngawi dan Lumajang (Jatim), Bima (NTB) dan Wajo (Sulsel).

Sementara PLEK IPDMIP Kabupaten Kuningan (Jabar), Banjarnegara (Jateng), Tapin dan Tanah Bumbu (Kalsel) dan Sidrap (Sulsel) berlangsung pada 22 - 25 September. sementara Kayong Utara (Kalbar) baru dimulai Rabu (23/9) hingga 26 September mendatang.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo memberi perhatian khusus pada IPDMIP. Pasalnya, bertujuan  meningkatkan ketahanan pangan, yang berawal dari kemampuan literasi dan akses keuangan bagi petani. Pelatihan literasi sangat vital lantaran kemajuan teknologi informasi mengakibatkan sumber daya informasi digital sangat melimpah.

Pasutri taget PLEK diharapkan faham kapan informasi diperlukan, identifikasi sumber informasi, menemukan dan mengakses informasi secara efektif dan efisien, evaluasi informasi secara kritis, menggunakan informasi secara etis dan legal, serta mengomunikasikan secara efektif.

Sementara edukasi keuangan, Mentan Syahrul menilai PLEK penting bagi pasutri ketua Poktan dan penyuluh swadaya untuk mengenal akses produk dan layanan keuangan pertanian seperti KUR dan Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP).

"Pemerintah mendorong dan membantu petani untuk meyakinkan lembaga perbankan bahwa menyalurkan kredit kepada petani tidak membuat mereka rugi," kata Mentan Syahrul.

Diketahui bahwa ketua poktan dan penyuluh swadaya melaksanakan kepemimpinan transformasional, pemimpin yang karismatik dengan peran sentral dan strategis dalam membawa organisasi mencapai tujuannya. Mereka juga harus mempunyai kemampuan untuk menyamakan visi masa depan anggota Poktan.

"PLEK berupaya mengulas pengelolaan keuangan, kemudian akan diteruskan oleh para ketua Poktan dan penyuluh swadaya kepada petani, dengan cara yang mudah difahami," kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi,

Khusus AUTP, Mentan mengingatkan tentang pentingnya asuransi menjaga kepentingan petani, terutama untuk melindungi lahan dari bencana dan gagal panen. "Saat itulah asuransi akan muncul dan mengurangi beban petani dengan klaim asuransi."0000-

Hal itu digarisbawahi Dedi Nursyamsi tentang peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan, khusus petani, karena berdampak langsung pada peningkatan produksi pangan.

"PLEK melakukan pendekatan keluarga sebagai tim yakni Pasutri. Tujuannya, meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan usaha tani," kata Dedi Nursyamsi.

Saat ini wilayah kerja IPDMIP 2020 meliputi 27 kabupaten di 11 provinsi. Aceh Timur dan Bireun (Aceh); Asahan (Sumut); Pasaman, Pasaman Barat, Sijunjung (Sumbar); Empat Lawang, Musi Rawas (Sumsel); Mesuji, Pesawaran (Lampung); Pandeglang, Sukabumi, Garut,  Kuningan (Jabar); Purworejo, Banjarnegara, Banyumas(Jateng); Ngawi, Tuban, Lumajang (Jatim); Kayong Utara, Tapin, Tanah Bumbu (Kalsel); Sidenreng Rappang, Wajo (Sulsel); Bima (NTB) dan Manggarai Barat (NTT). (OL-13)

Baca Juga: UMKM Perlu Jadi Prioritas dalam Penanganan Dampak Pandemi

 

Baca Juga

Dok. Polri

Kakorlantas Bakal Adopsi Pengembangan Program TAR Tulungagung

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:42 WIB
TAR yang terkoneksi dengan Dukcapil serta face recognition tersebut akan membuat petugas mengetahui rekam jejak sejarah seseorang yang akan...
DOK MI

Warga Kota Sukabumi Diimbau tidak Bepergian saat Libur Panjang

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:45 WIB
Peningkatan kasus baru di Kota Sukabumi akhir ini terjadi pada klaster keluarga. Kondisi itu juga lantaran tak sedikit dipicu perjalanan ke...
DOK MI

Pemkab Subang akan Lakukan Tes Covid-19 kepada Pengunjung Sariater

👤Reza Sunarya 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:10 WIB
Satgas covid-19 Subang akan melakukan rapid tes dan swab tes secara acak kepada para wisatawan yang berkunjung ke objek...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya