Selasa 22 September 2020, 21:40 WIB

Hamas dan Fatah Bertemu di Turki untuk Pembicaraan Rekonsiliasi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Hamas dan Fatah Bertemu di Turki untuk Pembicaraan Rekonsiliasi

Ozan KOSE / AFP
Bendera Palestina dan Turki

 

PERWAKILAN dari kelompok Hamas dan Fatah dijadwalkan untuk bertemu di Turki, Selasa (22/9) waktu setempat, untuk pembicaraan tentang percepatan rekonsiliasi.

Tokoh utama Hamas Khalil Al-Hayya mengatakan pembicaraan bertujuan untuk melaksanakan hasil pertemuan sebelumnya antara sekretaris jenderal dari dua faksi yang bersaing yang berlangsung di Ramallah dan Beirut awal bulan ini.

"Hamas ingin mencapai persatuan nasional dengan harapan mencapai strategi nasional yang komprehensif untuk menghadapi tantangan dan plot yang menargetkan perjuangan Palestina," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Dalam pertemuan mereka pada 3 September, Hamas dan Fatah menyepakati sejumlah masalah, termasuk memulihkan keretakan mereka dan menegakkan prinsip transfer kekuasaan secara damai melalui pemilihan berdasarkan perwakilan proporsional.

Juru bicara Fatah Mounir Al-Jaghoub sebelumnya mencicit delegasi kelompoknya akan bertemu dengan perwakilan Hamas untuk membahas upaya mengakhiri perpecahan Palestina dan penerapan hasil pertemuan 3 September.

Pada Senin, Presiden Palestina Mahmoud Abbas melakukan panggilan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia meminta bantuan Erdogan dalam pembicaraan yang sedang berlangsung untuk menyudahi keretakan antar-Palestina, menurut kantor berita resmi Wafa.

Pembicaraan Selasa terjadi beberapa hari setelah Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain menandatangani perjanjian yang ditengahi AS untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. (AA/OL-4)

Baca Juga

Kerem Yucel / AFP

Jumlah Kasus Covid-19 di AS Lampaui 9 Juta

👤 Nur Aivanni 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:09 WIB
AS kini telah mencatat 9.007.298 kasus. Pada Kamis, negara itu mencatat rekor infeksi harian baru, yakni lebih dari 91.000 dalam 24...
KADOBNOV / AFP

Moskow Siapkan Vaksinasi Saat Rusia Kekurangan Dokter

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 06:59 WIB
Ibu kota Rusia itu sedang menciptakan jaringan besar ruang vaksinasi khusus untuk 2.500 orang berisiko tinggi, terutama dokter dan guru...
AFP/ODD ANDERSEN

EU Desak WHO Lebih Transparan Dalam Penanganan Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 06:43 WIB
Uni Eropa (EU) mendesak WHO segera dirombak, agar lebih kuat menangani pandemi dan membuka kekurangan negara-negara anggotanya dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya