Selasa 22 September 2020, 15:01 WIB

Mandiri dan BCA Bantah Laporan FinCEN soal Aliran Dana Gelap

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Mandiri dan BCA Bantah Laporan FinCEN soal Aliran Dana Gelap

Ilustrasi
perbankan

 

BANK Mandiri dan BCA membantah laporan Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) soal tudingan adanya aliran uang gelap atau janggal yang masuk ke kedua bank tersebut dengan bank BUMN lainnya.

Senior Executive Vice President (SEVP) Corporate Relation Bank Mandiri Rohan Hafas menuturkan pihaknya telah menerapkan good corporate governance (GCG) sesuai aturan yang ada.

"Bank Mandiri 100% menerapkan GCG dan mengikuti ketentuan otoritas dalam negeri termasuk ketentuan PPATK. Hingga saat ini tidak ada permohonan permintaan data transaksi sebagaimana dimaksud," ungkap Rohan kepada Media Indonesia, Selasa (22/9).

Dalam laporan FinCEN, Bank Mandiri disebut melakukan transaksi janggal sebanyak 111, aliran keluar US$250,39 juta dan aliran masuk US$42,33 juta.

"Karena pemberitaan ini, kami pro aktif akan segera menyurati FinCEN untuk meminta keterangan atau data," kata Rohan.

Baca juga: FinCEN Sebut 19 Bank di Indonesia Terindikasi Transaksi Janggal

Ia menekankan, Bank Mandiri menjamin data nasabah sehingga tidak bisa membeberkan ke publik transaksi apa yang dituding laporan FinCEN tersebut.

"Terkait UU perbankan soal kerahasian data nasabah kami tidak dapat membahas nasabah kami," tukas Rohan.

Sementara itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja juga membantah laooran soal adanya dana janggal. Ia mengklaim pihaknya telah jalan sesuai aturan.

"BCA selalu mematuhi peraturan perundang-undangan di bidang perbankan dan Anti Pencucian Uang serta Pembiayaan Terorisme /APUPPT)," kata Jahja.

"Kalau ada yang menyimpang kita laporkan ke APU PPT, itu pun kalau ada. Intinya jika ada yang mencurigakan jkita laporkan ke APU PPT," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA

Koperasi dan UMKM Harus Bertransformasi ke Digital

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 15:30 WIB
Digitalisasi koperasi dan UMKM menjadi salah satu agenda prioritas KemenkopUKM untuk mencapai efisiensi dan efektivitas layanan koperasi...
DOK DITBUN

Sebanyak 95% Produksi Cengkeh untuk Suplai Industri Rokok

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 13:02 WIB
Kenaikan cukai rokok menyebakkan penurunan produksi IHT. Bahkan, menurunnya IHT tersebut akan bepengaruh terhadap penyerapan di...
DOK DITBUN

Petani PIR Sukses karena Kemitraan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 12:56 WIB
Berkat PIR inilah menjadikan Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar. Pada tahun 2006 luasannya mencapai 6,59 juta ha dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya