Selasa 22 September 2020, 14:20 WIB

Musim Hujan Datang Lebih Awal dan Lebih Basah karena La Nina

Zubaedah Hanum | Humaniora
Musim Hujan Datang Lebih Awal dan Lebih Basah karena La Nina

Instagram @infobmkg
Infografis

 

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 8 September 2020 menyatakan, musim hujan di Indonesia akan terjadi secara bertahap pada akhir Oktober 2020. Namun, anomali iklim berpeluang membuat musim hujan datang lebih awal dengan curah yang lebih tinggi dibanding rata-rata klimatologisnya.

Untuk itu, BMKG mengimbau para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mewaspadai dan melakukan mitigasi di wilayah-wilayah yang akan mengalami musim hujan lebih awal, yaitu di sebagian wilayah Sumatra dan Sulawesi, serta sebagian kecil Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kondisi La Nina dan IOD negatif diprediksi mengakibatkan sebagian wilayah Indonesia atau 27,5% Zona Musim (ZOM) berpotensi mengalami musim hujan yang cenderung LEBIH BASAH daripada rerata klimatologisnya," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati seperti dikutip dari laman bmkg, Selasa (22/9).

Pemantauan BMKG hingga akhir Agustus 2020 terhadap anomali suhu muka laut pada zona ekuator di Samudera Pasifik menunjukkan adanya potensi La Nina (indeks Nino3.4 = -0.69), yang berpotensi mengakibatkan peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia pada saat musim hujan nanti.

Hal tersebut sejalan dengan prediksi institusi meteorologi dunia lainnya yang menyatakan ada peluang munculnya anomali iklim (La Nina). "La Nina berkaitan dengan lebih dinginnya suhu muka laut di Pasifik ekuator dan lebih panasnya suhu muka laut wilayah Indonesia, sehingga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan," terangnya,

Sementara itu di Samudra Hindia, pemantuan terhadap anomali suhu muka laut menunjukkan kondisi IOD negatif (indeks IOD= -0.47). IOD negatif menandai suhu muka laut di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra lebih hangat dibandingkan suhu muka laut Samudra Hindia sebelah timur Afrika.

Hal ini juga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi IOD negatif ini berpeluang bertahan hingga akhir tahun 2020.

Deputi Klimatologi BMKG Herizal menambahkan, musim hujan di Indonesia akan dimulai secara bertahap di akhir Oktober, terutama dimulai dari wilayah Indonesia Barat dan sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada Januari dan Februari 2021.

"Sebanyak 92 ZOM (27,5%), akan mengalami kondisi hujan ATAS NORMAL (MUSIM HUJAN LEBIH BASAH), yaitu curah hujan musim hujan lebih tinggi dari rerata klimatologis)," cetusnya.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim, Dodo Gunawan mengingatkan daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan lebih basah dari normalnya, yaitu di Sumatra, Jawa dan sebagian kecil Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.

Sebaliknya, perlu diwaspadai pula wilayah-wilayah yang akan mengalami Awal Musim Hujan sama atau sedikit terlambat (10-20 hari), terutama di wilayah-wilayah sentra pangan seperti Jawa, Bali, NTB, dan Sulawesi.

"Masyarakat diharapkan dapat lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim hujan terutama di wilayah yang rentan terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor," sergahnya.

Upaya mitigasi tersebut dilakukan dengan pengelolaan tata air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, antara lain dengan upaya memenuhi dan menyimpan air lebih lama ke danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya, serta penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air berlebih. (H-2)

Baca Juga

Antara

'Gilang' Mudahkan Peserta JKN-KIS Segmen PPU PN Perbarui Datanya

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:22 WIB
Per 1 November 2020 pemerintah berencana melakukan Program Registrasi Ulang (Gilang) bagi sebagian peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja...
MI/ADI KRISTIADI

Dua Warga Menjadi Korban Banjir dan Longsor di Pangandaran

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:05 WIB
 Selain itu, sedikitnya 111 rumah yang berada di enam desa dan empat kecamatan di Kabupaten Pangandaran terendam...
Dok. Pribadi

Kembangkan Potensi Anak Muda Melalui Wadah yang Tepat

👤Wisnu AS 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 12:41 WIB
Youth Ranger Indonesia hadir agar anak muda di Indonesia bisa sama-sama mengembangkan potensi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya