Selasa 22 September 2020, 10:01 WIB

Pasien Covid-19 di Manggarai Mengamuk Minta Hasil Swab

Yohanes Manasye | Nusantara
Pasien Covid-19 di Manggarai Mengamuk Minta Hasil Swab

Medcom
Ilustrasi covid-19

 

SEBUAH video berdurasi 3 menit 12 detik memperlihatkan pasien covid-19 yang dikarantina di Wisma Atlet Stadion Golo Dukal, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur mengamuk.

Tampak para pasien berteriak-teriak mendesak petugas menunjukkan hasil tes swab yang membuktikan bahwa mereka benar-benar positif covid-19.

"Itu saja yang kami inginkan. Hasil swab. Tidak ada yang lain. Apa maksudnya menyembunyikan hasil swab?" seru salah seorang pasien dalam video itu.

Baca juga: Pemkab Manggarai Akui Petugas Izinkan Keluarga Temui Pasien Korona

Mereka juga mengaku kecewa karena dibohongi petugas. Saat mereka diajak dan dijemput, petugas menyatakan telah menyiapkan dokter untuk merawat, asalkan mereka mau dikarantina di Wisma Atlet.

Nyatanya, setelah mereka bersedia dikarantina, tidak pernah sekali pun dokter yang dijanjikan datang merawat pasien.

"Kami tertekan di sini. Tidak ada perhatian. Katanya, sampai di tempat karantina dokter lengkap, obat," keluh pasien lainnya.

Sindy Garung, salah seorang pasien yang dihubungi Media Indonesia, mengatakan peristiwa itu berlangsung pada Senin (21/9). Saat itu, ia bersama pasien lainnya menuntut bukti hasil swab pada petugas.

Pasien merasa dibohongi petugas karena mereka dalam kondisi sehat dan hasil swab yang membuktikan bahwa mereka positif covid-19 tidak pernah ditunjukkan petugas.

"Kami hanya minta hasil swab. Tetapi setiap kali kami minta, petugas tidak pernah kasih. Petugas tidak pernah menjelaskannya. Ada apa sebenarnya?" tanya pasien dari klaster Cireng itu.

Hal lain yang membuat mereka curiga, petugas tidak melakukan pengukuran suhu tubuh pasien atau mengarahkan pasien untuk istirahat dan olahraga secara teratur demi peningkatan imun tubuh.

Ditanya soal makanan, Sindy mengaku sesekali mereka makan daging dan lebih sering makan tempe dan tahu, dan tidak pernah mengonsumsi buah-buahan.

Namun, ia dan pasien lainnya tidak mempersoalkan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pasien, kata dia, hanya menuntut kepastian penyakit yang mereka derita.

"Kami di sini hanya mau hasil swab. Tidak ada yang lain," katanya.

Bupati Manggarai sekaligus Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Deno Kamelus mengatakan permintaan hasil swab yang disampaikan pasien tidak bisa dilayani.

Ia mengatakan, hak pasien sebatas mendapatkan informasi atas hasil swab. Sedangkan dokumen berupa rekam medik bersifat rahasia dan hanya bisa dibuka di pengadilan.

"Tidak bisa dikasih kepada siapa pun. Pasti mengerti oleh masyarakat kita. Itu record medik. Bagian dari record medik. Dan itu rahasia. Kecuali dibuka di pengadilan," ujar Deno saat rapat koordinasi penegakan disiplin dan peningkatan kesadaran protokol covid-19 bersama Forkopimda, KPU dan Bawaslu Kabupaten Manggarai, Senin (21/9). (OL-1)

Baca Juga

Humas Polresta Palangkaraya

Satgas Covid-19 Minta Pengunjung Wisata Patuhi Protokol Kesehatan

👤Surya Sriyanti 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 05:27 WIB
Dalam suasana libur panjang saat ini, Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya terus berjuang untuk mendisiplinkan protokol kesehatan guna...
MI

Mala Tiada Henti di Sigi

👤M. Taufan SP Bustan 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 01:25 WIB
POTENSI bencana alam di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, bisa dikatakan...
ANTARA

Dukung Relokasi Berharap Hidup Tenang

👤MI 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 01:05 WIB
“SUDAH kemari air. Pa lari, lari, lari Pa,” teriak Nur Baeti, memecah sore di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya