Selasa 22 September 2020, 08:35 WIB

Harga Emas Dan Kawan-Kawan Anjlok US$50 per ounce

Raja Suhud | Ekonomi
Harga Emas Dan Kawan-Kawan Anjlok US$50 per ounce

AFP/David Gray
Tumpukan bullion emas

 

EMAS  berjangka anjlok lebih dari US$50  pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi), karena aksi jual pasar yang lebih luas didorong oleh ketidakpastian atas lebih banyak stimulus fiskal Amerika Serikat menekan logam mulia bersama dengan dolar AS yang lebih kuat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, merosot tajam US$51,5 atau 2,62%, menjadi ditutup pada US$1.910,60 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (18/9), emas berjangka terangkat US$12,2 atau 0,63%, menjadi US$ 1.962,10.
 
Emas berjangka juga anjlok US$20,6 atau 1,05% menjadi US$1.949,9 pada Kamis (17/9), setelah naik 4,3 dolar AS atau 0,22% menjadi US$1.970,5  pada Rabu (16/9), dan menguat US$2,5  atau 0,13 % menjadi US$1.966,2  pada Selasa (15/9).
 
Indeks dolar naik 0,8% terhadap para pesaingnya pada Senin (21/9), persentase kenaikan harian tertinggi sejak 19 Maret, karena investor memindahkan aset-aset mereka ke dalam dolar AS ketika nilai ekuitas jatuh di tengah kekhawatiran atas pemilihan AS dan kemungkinan gelombang kedua infeksi COVID-19, saat angka kasus mulai meningkat lagi di Eropa.
 
Para analis mencatat bahwa penurunan ekuitas AS biasanya mengakibatkan kenaikan emas karena investor beralih ke logam mulia sebagai tempat berlindung yang aman. Namun dalam hal ini dolar AS dipandang sebagai safe haven  yang kuat karena fundamental ekonominya relatif kuat, membuat dolar lebih menarik dibandingkan logam mulia.
 
"Emas seharusnya diperdagangkan lebih tinggi karena permintaan safe-haven  tetapi ini semacam terulang kembali seperti di musim semi ketika aksi jual pasar datang, pelaku pasar telah menjual aset secara keseluruhan," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, seperti dikutip Reuters.
 
Kongres AS selama berminggu-minggu tetap menemui jalan buntu mengenai ukuran dan bentuk rancangan undang-undang tanggapan virus corona kelima, di atas sekitar tiga triliun dolar AS yang sudah disahkan menjadi undang-undang.
 
Investor sekarang menunggu pidato dari anggota komite Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, yang akan tampil di hadapan komite Kongres pekan ini.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun US$2,742 atau 10,11%  menjadi ditutup pada US$24,387  per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$62,4  atau 6,65% menjadi ditutup pada US$876,1 per ounce. (Ant/E-1)

Baca Juga

MI/ M Ilham Al Machmudi

Pemasaran Tol Laut Perlu Ditingkatkan

👤M Iqbal Ramadhan 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 08:45 WIB
Pada awal Oktober sendiri Lognus 6 berhasil mengangkut 150 TEUs dari Kepulauan Maluku Utara ke...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Angkasa Pura II Hemat Rp1,8 T selama Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 08:31 WIB
Fasilitas yang digunakan di bandara disesuaikan dengan pergerakan penumpang sehingga penetapan pola operasional ini memungkinkan bandara...
AFP/David Gray

Harga Emas Melonjak 14 Dolar Saat Optimisme Bantuan Covid-19 di AS

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:47 WIB
Optimisme investor meningkat bahwa paket bantuan virus korona AS akan diumumkan sebelum pemilihan presiden 3 November, memicu naiknya harga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya