Selasa 22 September 2020, 07:53 WIB

Anak Muda di Kota Mataram Minati Profesi Barista

Yusuf Riaman | Nusantara
Anak Muda di Kota Mataram Minati Profesi Barista

MI/Yusuf Riaman
Pelatihan barista di Kafe Dim-Dim di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat

 

SEBANYAK 29 anak muda dari kalangan santri, mahasiswa dan remaja milenial lulusan SMA sederajat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat antusias mengikuti pelatihan barista secara gratis. Mereka berlatih di Kedai Mr Dim-Dim  sebiah coffe shop modern di Kota Mataram selama dua hari, 20-21 September. Kegiatan ini bagian dari kampanye paslon wali kota/wakil wali kota Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (Salam).

Umumnya pelatihan barista sekitar Rp1,2 juta hingga Rp3,5 juta namun untuk 29 anak muda ini digratiskan. Kegiatan ini digelar karena Kota Mataram di saat pandemi semakin tumbuh usaha kreatif sepertri choffe shop. 

"Nah dengan pelatihan barista ini kita ingin mendorong anak muda Mataram untuk bisa menangkap peluang-peluang ini. Pelatihan selama dua hari ini kami harapkan dapat memotivasi millenials kita di Kota Mataram," kata TGH Abdul Manan, disela-sela memberikan tutorial di Kedai Mr Dim-Dim, Senin (21/9).

Saat ini pekerjaan sebagai barista semakin diminati. Dan sejak 2017 profesi barista sudah diakui oleh pemerintah. Kemendikbud sudah mengukuhkan profesi barista. Barista saat ini tidak hanya diakui sebagai profesi, tetapi juga punya jenjang karier. Pekerjaan barista dimulai dari tingkatan probation, lalu lanjut ke jenjang junior barista, kemudian naik lagi jadi senior barista. Setelah sampai di posisi senior barista, maka tinggal memilih dua konsentrasi peminatan yang berbeda, yaitu edukasi dan manajerial. Bagi yang lebih suka mengajar dan menularkan ilmu bisa mengambil posisi edukasi. Sedangkan yang lebih cenderung ke manajerial bisa menjadi manager Coffee Shop, atau bahkan membuka usaha sendiri.
      
"Sehingga pelatihan ini bisa menjadi langkah pertama para peserta ini untuk ke jenjang selanjutnya. Masa pandemi boleh membatasi kegiatan, namun semangat harus tetap terjaga," beber pria yang juga Ketua MUI Kota Mataram.
     
Pelatihan Barista Salam, menurut TGH Manan, juga dilakukan sebagai salah satu upaya dan komitmen untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang timbul selama masa pandemi Covid-19. Terutama untuk mengimplementasikan konsep Mataram Berkah dan Cemerlang yang menjadi pemikiran Salam, agar masyarakat meningkat pendapatan ekonomi keluarganya. Dalam pelatihan peserta tidak hanya mendapatkan teori semata, tetapi juga praktik, termasuk soal manajemen Coffee Shop.
     
"Pelatihan kelas barista yang komplit, sehingga para peserta memiliki keterampilan, dan siap untuk membuka usaha kopi sendiri," ujarnya.
    
TGH Manan mengungkapkan, pihaknya juga memberikan materi wirausaha kopi. Sebab potensi kopi lokal NTB sangat banyak, namun masih banyak yang belum tergarap dengan maksimal. Sebagai mitra Kedai Mr Dim-Dim juga diminta memberikan pendampingan secara terus menerus, untuk memastikan pelatihan dapat bekerja selain harus menyuplai bahan baku secara konsisten. 

baca juga: Pematangsiantar Segera Bentuk Tim Penegakan Hukum Prokes Covid-19

Peserta diharapkan mampu melakukan pemasaran hingga delivery kepada RT dan RW. Program ini diharapkan tidak hanya membantu calon pengusaha kopi, namun juga membantu ratusan ribu petani kopi di NTB yang sedang kesulitan untuk ekspor kopi di tengah wabah. April salah satu peserta pelatihan mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat dan bisa mengembangkan ke arah bisnis. Dia mengatakan, pelatihan seperti ini bisa menjadi modal ilmu untuk membuka usaha mandiri. 

"Kalau bisa harus ada program lanjutan dengan durasi lebih panjang," tukas April. (OL-3)


 

Baca Juga

MI/Benny Bastiandy

Polres Cianjur Berlakukan Sistem Buka Tutup Menuju Puncak

👤Benny Bastiandy 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 13:37 WIB
Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur, Jawa Barat memberlakukan sistem buka-tutup arus kendaraan ke arah Cipanas-Puncak bersamaan libur...
MI/Martinus Solo

20 Ton Rumput Laut Dari Teluk Wondama Dikapalkan ke Surabaya

👤Martinus Solo 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 13:28 WIB
Sebanyak 20 ton hasil olahan produk rumput laut, oleh orang asli Papua (OAP) asal Kabupaten Teluk Wondama berhasil dikapalkan lewat...
MI/Widjajadi

Waspadai Cuaca Ekstrim Selama Liburan Panjang

👤Widjajadi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 13:21 WIB
Dari pantauan BMKG Ahmad Yani Semarang saat menikmati libur panjang, warga harus mewaspadai adanya potensi bencana alam yang tidak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya