Selasa 22 September 2020, 04:15 WIB

IHSG Melemah Dipicu Sentimen Global dan Dalam Negeri

Des/E-3) | Ekonomi
IHSG Melemah Dipicu Sentimen Global dan Dalam Negeri

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.
Petugas kebersihan melintas di depan layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta

 

NVESTMENT specialist Mega Capital Indonesia Liyanto Sudarso menyebut pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin dipengaruhi faktor global dan dalam negeri. IHSG ditutup turun 1,18% atau 59,86 poin ke level 4.999,36.

Liyanto menjelaskan, dari faktor global, hal itu di-pengaruhi sentimen dari pasar global sejak Federal Reserve (The Fed) menyampaikan bahwa tidak ada lagi stimulus tambahan untuk ekonomi.

“Walaupun mereka mengatakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga rendah dalam waktu panjang membuat pasar jadi ternormalisasi,” ungkapnya dalam acara 2nd Session Closing IDX Channel, kemarin.

Dari dalam negeri, dia menyebut investor Indonesia masih banyak yang melakukan wait and see, terutama investor yang melihat dampak dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II ter utama untuk DKI Jakarta.

Selain itu, daya beli masyarakat yang belum me-ningkat memberikan suatu kekhawatiran kepada investor bahwa kuartal III 2020 ini mau tidak mau perekonomian Indonesia harus mengakui akan masuk resesi.

“Kalau bisa disimpulkan, kondisi pasar sedang ti-dak ada seperti steroid dalam jangka pendek. Kalau dulu, kan, selalu ada stimulus tambahan yang bisa membuat pasar terus naik, tapi sekarang semua sudah normalisasi dan bank sentral juga ingin melihat ekonomi tumbuh dengan sendirinya setelah suku bunga turun,” pungkasnya. (Des/E-3)

Baca Juga

MI/Ramdani

Indonesia Berpotensi jadi Pusat Produsen Halal Dunia tapi...

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:55 WIB
INDONESIA berpeluang menjadi pusat produsen halal dunia, tapi butuh kerja keras dan kerja sama semua sekor. Baik pemerintah, swasta, BUMN...
Antara/Dedhez Anggara

Bank Dunia Kucurkan US$1 Juta untuk Sektor Perikanan RI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 13:28 WIB
Pembiayaan itu bertujuan mendukung investasi berkelanjutan di sektor perikanan Indonesia. Serta, meningkatkan kesejahteraan warga yang...
MI/Bagus Suryo

Ekonomi di Ambang Resesi, Rencana Kenaikan Cukai Terus Berlanjut

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 13:02 WIB
Kenaikan cukai rokok yang sangat tinggi, yaitu rata-rata 23% dibarengi dengan kenaikan Harga Jual Eceran sebesar 35% bisa berdampak pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya