Selasa 22 September 2020, 05:20 WIB

Sel Khusus buat Pelanggar Protokol Kesehatan

YH/LD/CS/RS/N-1 | Nusantara
Sel Khusus buat Pelanggar Protokol Kesehatan

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Kapolresta Padang AKBP Imran Amir (kanan) memasangkan masker kepada seorang warga yang sudah menjalani sanksi sosial menyapu jalan, kemarin.

 

POLRESTA Kota Padang, Sumbar, meyiapkan sel tahanan khusus bagi pelanggar protokol kesehatan (protkes), seiring berlakunya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Kapolresta Padang AKB Imran Amir menyebutkan meski ruang tahanan di Polresta Padang dan lembaga pemasyarakatan sudah melebihi kapasitas, pihaknya tetap menyiapkan sel khusus bagi pelanggar protkes.

Setiap pelanggar yang masuk sel khusus akan diperiksa kesehatannya lewat tes usap. Tindakan tegas ini diambil karena sampai saat ini masih saja banyak yang berkeliaran tanpa masker. Sementara itu, 26 anggota Polresta Padang telah terkonfirmasi positif ketika berusaha menertibkan para pelanggar protkes.

Dari Jawa Tengah dilaporkan terjadi klaster pondok pesantren. Di Kebumen sudah 52 kasus positif covid-19 yang merupakan kontak dari dua lingkungan ponpes.

Koordinator Humas Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kebumen, Cokro Aminoto, mengatakan sebenarnya di Kebumen ada tambahan 58 kasus. Sebanyak 52 dari 58 kasus berasal dari dua lingkungan ponpes.

Di Banyumas juga muncul klaster di dua ponpes. Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan sudah sembilan santri positif di ponpes Kecamatan Sumbang, sedangkan ponpes di Kecamatan Purwokerto Utara tercatat satu yang positif.

“Jumlah santri yang mungkin terpapar bisa saja bertambah sebab saat sekarang masih menunggu swab test terhadap 194 santri di ponpes tersebut. Malah ada 30 santri, meski belum ada hasilnya, mengalami gejala mirip covid-19, yakni kehilangan indera penciuman,” imbuh Achmad.

Merebaknya korban terpapar antara lain karena kelalai­an memberlakukan protkes. Pemkab Karawang yang telah masuk zona merah dengan serius menyiapkan sanksi untuk perusahaan yang lalai sehingga banyak karyawannya terpapar dan memunculkan klaster industri.
“Pihak penegak hukum sedang mengkaji skema hukumnya karena klaster industri penyumbang terbanyak covid-19,” beber Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, kemarin.

Meningkatnya intensitas penyebaran covid-19 di Kota Denpasar, Bali, bukan hanya dipicu klaster pedagang pasar, melainkan juga belakangan justru dari klaster karyawan swasta dan BUMN. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar,  Dewa Gede Rai, memperingatkan pegawai swasta dan BUMN agar lebih disiplin menerapkan protkes. (YH/LD/CS/RS/N-1)

Baca Juga

DOK KRC-LIPI

Warga Agam Temukan Bunga Langka di Kebun

👤Yose Hendra 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:50 WIB
Ia bersama suaminya sedang membersihkan kebun miliknya dan mencium bau yang sangat menyengat seperti bau...
Antara

Riau Resmi Akhiri Status Siaga Darurat Karhutla

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:48 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau secara resmi mengakhiri status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah berlangsung...
Ist/Kementan

Genjot Pertanian, Kabupaten Kaur Maksimalkan Manfaat Alsintan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:26 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, alsintan saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya