Senin 21 September 2020, 20:33 WIB

Indonesia Garap Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Afrika

RO | Ekonomi
 

SINERGI tiga BUMN, PT Len Industri (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), dan PT INKA (Persero) menandatangani kontrak kerja dengan TSG Global Holdings untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 Mega Watt peak (MWp) di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, Afrika. PT Len Industri menjadi leader dari konsorsium yang dibentuk dari tiga perusahaan tersebut.

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur Operasi I Len Industri Linus Andor Mulana Sijabat, Direktur Pemasaran Barata Indonesia Sulistyo Handoko, Direktur Keuangan dan SDM INKA Andy Budiman serta CEO TSG Infrastructure Septian Wahyutama bertempat di Menara MTH, Jakarta, Kamis (17/9) lalu.

Direktur Operasi I PT Len Industri, Linus Andor M Sijabat, mengatakan kerjasama Indonesia-Afrika dalam realisasi kontrak kerja ini merupakan momentum Len Industri mengembangkan eksistensi bisnisnya di pasar luar negeri, khususnya dalam bidang renewable energy.

“PT Len Industri akan membentuk kerjasama operasi (KSO) dengan Barata Indonesia yang berperan dalam rekayasa, pengadaan, dan konstruksi atau EPC (Engineering, Procurement, Construction) PLTS 200MWp," ujar Linus dalam siaran persnya, Sabtu (19/9) .

TSG melalui afiliasinya di Republik Demokratik Kongo, Sunplus S.A.R.L, telah membentuk kerja sama agar proyek ini terealisasi. Sunplus S.A.R.L. akan memberikan kewenangan sepenuhnya dalam pekerjaan EPC, termasuk tata kelola manajemen profesional, serta sebagai pemegang konsesi investasi PLTS ini.

PLTS Kinshasa 200 MWp akan dibangun di lahan seluas ±300 hektar dengan kontrak senilai USD175 juta atau setara Rp2,59 triliun, dan merupakan tahap awal dari pembangunan PLTS 1.000 MWp di area tersebut. 

PLTS akan dibangun di atas tanah dan terhubung dengan jaringan, yang artinya bersama pembangkit lainnya ikut memasok daya di jaringan listrik yang sama dan akan digunakan untuk memasok listriki wilayah di wilayah Kinsasha yang belum teraliri listrik.

Len Industri merupakan pelopor produsen modul surya di Indonesia yang telah merintis bisnis ini sejak 1985 dan telah mengaplikasikannya di berbagai wilayah Indonesia berupa produk-produk PLTS seperti: solar tree, penerangan  jalan umum, solar rooftop, BTS surya, PLTS terpusat, PLTS hybrid, dan lainnya.

Saat ini Len Industri juga ditunjuk sebagai ketua Tim Kerja Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Surya di lingkungan BUMN yang dibentuk oleh Kementerian BUMN sejak Juli 2020 lalu.
 
Tidak hanya pembangunan PLTS, TSG juga menggandeng Len Industri menjajaki peluang kerja sama proyek transportasi di Kongo, serta proyek infrastruktur dan bendungan bersama BUMN lain seperti Wika dan Inka.

Linus juga mengatakan bahwa setelah berhasil membuktikan kapasitasnya dalam membangun sistem perkeretaapian di level nasional, perusahaannya akan ekspansi ke level global dimana pasar Afrika dan Asia Pasifik menjadi target saat ini. (S-4)

Baca Juga

Antara

Tiga Tahun Terakhir, Kemendag Catat 1.354 Kasus Leasing

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 15:52 WIB
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut, permasalahan pembiayaan leasing atau sewa guna usaha, merupakan sengketa konsumen yang paling...
MI/Surya Sriyanti

Presiden Serahkan 71 Sertifikat Tanah di Lokasi Food Estate

👤Januari Hutabarat 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 15:48 WIB
Jokowi meninjau embung Food Estate dan infrastruktur pipanisasi di lokasi...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

BEI akan Pasang Papan Pemantauan bagi Saham Rp50

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 15:45 WIB
Saat ini di bursa terdapat tiga jenis papan, yaitu papan utama, papan pengembangan, dan papan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya