Senin 21 September 2020, 16:51 WIB

Terjadi Klaster Pondok Pesantren di Banyumas dan Kebumen

Lilik Darmawan | Nusantara
Terjadi Klaster Pondok Pesantren di Banyumas dan Kebumen

MI/Ardi Teristi
Ilustrasi

 

PEMKAB Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) mengumumkan adanya kasus positif  yang terjadi di pondok pesantren (ponpes). Di Kebumen, ada 52 kasus  positif Covid-19 yang merupakan kontak di dua lingkungan ponpes.  Sementara di Banyumas, juga muncul klaster ponpes yang terjadi di dua ponpes.

Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas) Gugus Tugas Penanggulangan  Covid-19 Kebumen, Cokro Aminoto, mengatakan bahwa Covid-19 di Kebumen  ada tambahan 58 kasus.

''Dari 58 kasus positif, 52 kasus merupakan kontak  yang terjadi di dua lingkungan ponpes. Awalnya, salah satu santri kontak dengan pasien positif sebelumnya. Inilah yang kini terus ditelusuri kasusnya,'' ¬Ějelas Cokro pada Senin (21/9).

Cokro mengatakan bahwa Tim BPBD bersama dengan relawan melaksanakan proses sterilisasi di dua lokasi ponpes.

‘’Dua lokasi ponpes yang disterilisasi berada di Kecamatan Petanahan dan di Kecamatan Kebumen,’’ katanya.

Cokro mengungkapkan dengan bertambahnya 58 kasus Covid-19 di Kebumen, maka secara total jumlah kasusnya sebanyak 397 positif, 242 di antaranya sembuh, 11 lainnya meninggal dunia dan 144 pasien masih dirawat.

Dari Banyumas dilaporkan, Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan bahwa pemkab kini melakukan antisipasi klaster ponpes.

Baca juga : Klaster Pekerja Swasta dan BUMN Muncul di Denpasar

‘’Contohnya ponpes di Kecamatan Sumbang. Di ponpes setempat berdasarkan hasil tes PCR, sudah ada 9 santri yang positif. Kami masih melakukan tes swab lanjutan,’’ kata Bupati.

Selain ponpes di Sumbang , ada juga ponpes di Kecamatan Purwokerto Utara. Di ponpes ini ada satu santri positif.

‘’Namun jumlah santri yang kemungkinan terpapar bisa saja bertambah. Sebab, saat sekarang masih menunggu tes swab terhadap 194 santri di ponpes tersebut. Malah, ada 30 santri, meski belum ada hasilnya, mengalami gejala mirip Covid-19 yakni kehilangan indera penciuman,’’  ujarnya.

Bupati telah meminta kepada pengasuh ponpes agar menerapkan karantina. Kedua ponpes harus melaksanakannya agar dapat melindungi orang-orang di ponpes setempat.

‘’Kedua ponpes lakukan lockdown lokal, untuk menghindari penyebaran yang lebih luas. Dengan adanya lockdown, maka diharapkan bisa untuk melindungi orang-orang di ponpes, terutama guru yang sudah tua dan harus dilindungi,’’ jelas Bupati. (OL-2)

Baca Juga

DOK MI

Polisi Usut Penyelundupan Sabu ke Lapas Kuala Tungkal

👤Solmi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 23:30 WIB
Kasus penyelundupan sabu ke dalam lapas terungkap berkat kejelian petugas Lapas saat memeriksa titipan makanan pempek jenis kapal selam...
ANTARA/Hendra Nurdiyansyah.

Yogyakarta Tambah 45 Kasus Positif Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 23:23 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 pada Rabu (28/10), bertambah 45 sehingga total...
MI/Heri Susetyo

Libur Panjang, Jumlah Penumpang Bandara Juanda Meningkat

👤Heri Susetyo 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 21:27 WIB
Indah mengatakan, jika dibandingkan dengan periode sama pada minggu sebelumnya, terjadi peningkatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya