Senin 21 September 2020, 11:05 WIB

Dampak Rokok Elektronik masih Terus Diteliti

Wisnu AS | Humaniora
Dampak Rokok Elektronik masih Terus Diteliti

Dok.RELX
Seorang peneliti tengah memeriksa dampak rokok elektrik.

 

SEBAGIAN orang menganggap bahwa rokok elektrik jauh lebih baik ketimbang rokok tembakau. Padahal faktanya belum tentu demikian. Apalagi penelitian soal dampak elektrik belum sebanyak rokok konvensional.

Berangkat dari situ RELX Technology mengumumkan bahwa perusahaan telah mulai mengoperasikan laboratorium biosains rokok elektrik yang baru didirikan untuk melakukan penelitian sistematis tentang efek rokok elektrik melalui uji in vivo dan in vitro, serta melakukan penilaian keamanan pra-klinis.

Baca juga: Rokok Elektrik Merusak Jantung

Laboratorium biosains, yang terletak di International Bioindustry Valley, Shenzhen, Tiongkok tersebut saat ini sedang melakukan penelitian tentang dampak produk RELX pada sistem kardiovaskular, pernapasan, dan saraf pada hewan, untuk lebih mendalami evaluasi dampak produk uap secara komprehensif.

“Sains adalah fondasi kepercayaan. Sebagai pemimpin industri, kami memiliki tanggung jawab untuk memperluas batas-batas ilmu rokok elektrik dan menjelajahi hal-hal yang tidak diketahui,” kata Kate Wang, pendiri dan CEO RELX.

RELX juga mengumumkan rencananya untuk menetapkan pendekatan penelitian ilmiah '1 + 4  yang berlabuh pada Pengembangan Platform, diikuti oleh Penilaian Toksikologi, Penilaian Klinis, Studi Perilaku Persepsi, dan Penilaian Jangka Panjang.

Sebelumnya dilansir dari Public Health England, rokok elektrik dipercaya 95% lebih tidak berbahaya bagi kesehatan daripada merokok konvensional dan berpotensi membantu perokok berhenti merokok. Banyak konsumen percaya rokok elektrik sebagai alternatif yang lebih baik dari rokok konvensional yang dibakar.

Masih banyak area yang membutuhkan penelitian jangka panjang lebih lanjut, seperti elemen pengurangan dampak buruk rokok elektrik yang sebenarnya, maksimalisasi pengurangan dampaknya, dan potensi efek rokok elektrik lain.

“Kita masih kurang pengetahuan pada produk tersebut,” kata Yilong Wen, Co-founder RELX dan Kepala Sains, Penelitian dan Pengembangan, dan Rantai Pasokan.  “Misi lab biosains RELX adalah menjelajahi hal-hal yang tidak diketahui. Kami ingin mengumpulkan bukti melalui pendekatan ilmiah dan berusaha untuk membuktikan potensi rokok elektrik untuk mengurangi bahayanya, dan dengan melakukan itu."

Untuk memastikan keandalan dan kualitas produk RELX, RELX mendirikan laboratorium kimia dan fisik pada tahun 2018. Laboratorium tersebut disertifikasi oleh Layanan Akreditasi Nasional Tiongkok untuk Penilaian Kesesuaian yang diakui secara internasional. RELX memulai penelitian terobosannya pada studi toksikologi dan farmakologis pada produknya pada tahun 2019, dan lab biosains baru ini akan berfokus pada uji vivo dan in vitro, serta melakukan penilaian keamanan praklinis pada 2020.

“Studi toksikologi dan farmakologi berfokus pada efek produk RELX,” kata Xingtao Jiang, Kepala Lab RELX. “Misalnya, apakah produk ini mempengaruhi DNA atau kromosom, dan apa dampak jangka panjang bahan tersebut pada organ dan jaringan tubuh? Masih banyak penelitian yang harus dilakukan.”

Xingtao Jiang juga mengumumkan lima temuan awal dari penelitian RELX sejauh ini. Di antaranya adalah bahwa menurut data, kadar zat berbahaya seperti benzena dan empat TSNA (N-nitrosoamines spesifik tembakau) yang dipaparkan oleh produk RELX lebih rendah 99,1% dan 99,8% daripada yang ditemukan pada asap rokok konvensional

RELX saat ini sedang melakukan proyek penelitian tentang topik yang berbeda dengan enam universitas termasuk Universitas Sun Yat-sen dan Shenzhen Institutes of Advanced Technology, Akademi Ilmu Pengetahuan China, dua rumah sakit, dan sembilan lembaga penelitian ilmiah. (RO/A-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Merawat Sungai, Peduli Kehidupan

👤Putri Rosmalia Oktaviany 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 00:10 WIB
SUNGAI ialah sumber kehidupan. Oleh karena itu, untuk merawatnya yang perlu dilakukan terlebih dahulu ialah membangun kesadaran...
Dok MI

Pandemi, Biro Perjalanan Daring Ini Merilis Travel Protection

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 23:50 WIB
Minat untuk berwisata terlihat meningkat seiring pemberlakuan normal baru dilihat dari angka pemesanan tiket...
MI/RAMDANI

250 Menu Nasi Ditawarkan saat Festival Nasi Online

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:35 WIB
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung Pemerintah dalam memulihkan roda perekonomian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya