Senin 21 September 2020, 15:18 WIB

Penundaan Pilkada, Gubernur Sulsel Menunggu Instruksi Pusat

Lina Herlina | Nusantara
Penundaan Pilkada, Gubernur Sulsel Menunggu Instruksi Pusat

Dok.Pemprov Sumsel
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

 

WACANA penundaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 kembali mencuat, lantaran sejumlah peserta dan penyelenggara Pilkada dilaporkan terinfeksi virus korona alias Covid-19.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah pun tidak memungkiri hal itu. Ia menyebutkan, memang banyak masukan dari berbagai pihak terkait pelaksanaan ini.

"Saya kira kita bisa melihat betapa hari ini banyak pendapat dan masukan dari berbagai tokoh terutama dalam menghadapi Pilkada ini," kata Nurdin pada Rakor Pilkada 2020 di Hotel Claro, Senin (21/9).

Saat ditanya apakah penundaan akan dilakukan di Sulsel? Nurdin, menjawab, bahwa Sulsel akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat. "Itu semua kebijakan ada di pemerintah pusat kita tinggal menunggu," ungkapnya.

Tapi selama belum ada penegasan dari pemerintah pusat, maka tetap akan mempersiapkan penyelenggaraan Pilkada sesuai dengan jadwal pada 9 Desember mendatang.

Selain itu, Nurdin sempat menyebutkan tiga poin utama dalam penyelenggaraan pilkada di msa pandemi, yaitu menyikapi penyelenggaraan Pilkada usai tahap pendaftaran pasangan calon. Kemudian, ketertiban dan keamanan di masa pandemi, serta pemulihan ekonomi.

"Kita memang harus menyikapi kemarin penyelenggaraan tahapan Pilkada itu pendaftaran. Tentu kita harus menyamakan persepsi apalagi menghadapi pandemi covid yang saat ini kelihatannya tren naik setelah tahapan Pilkada dimulai," kata Nurdin Abdullah.

Menurut Nurdin ini penting agar tidak terjadi klaster Pilkada. "Dan kita berharap tidak ada klaster baru," lanjutnya.

"Diharapkan semua pihak bisa andil dalam menekan kasus Covid-19. Para paslon juga ditekankan untuk semakin menyadari bahwa protokol kesehatan menjadi sangat penting pada Pilkada di masa pandemi ini," sambung Nurdin.

Ia tidak memungkiri, tahapan Pilkada, bisa menjadi pemicu terjadinya penularan. Sehingga diharapkan paslon juga berperan mengendalikan penyebaran.

"Kita berharap semua paslon melakukan protokol kesehatan dengan ketat. Jadi mereka harus menyiapkan masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan, jaga jarak pada pertemuan dan dibatasi sesuai dengan ketentuan," sebutnya. (OL-4)

Baca Juga

Medcom/Amaluddin

Khofifah Dorong Upaya Peningkatan SDM Muslimat NU

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:08 WIB
Muslimat NU yang selalu menggaungkan toleransi, keseimbangan, dan keadilan tersebut, dinilai perlu melakukan revitalisasi yang mencakup...
dok.mi

Pasien Sembuh Covid-19 di NTT Tambah 33 Orang, Kasus Baru Nihil

👤Palce Amalo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:30 WIB
PASIEN sembuh dari covid-19 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah 33 orang, Kamis (29/10). Sebaliknya, tidak ada tambahan kasus...
Antara

Hasil Panen Bawang Merosot Harganya Jadi Meroket

👤John Lewar 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:20 WIB
TURUNNYA hasil panen produksi petani bawang merah, putih dan bawang Bombai di beberapa daerah yang menjadi kantong produksi, menyebabkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya