Senin 21 September 2020, 12:20 WIB

Klarifikasi BMKG: Dentuman bukan Berasal dari Gempa

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Klarifikasi BMKG: Dentuman bukan Berasal dari Gempa

ANTARA/IRWANSYAH PUTRA
Pegawai BMKG Mata Ie mengamati seismograf saat mengolah data gempa bumi yang melanda Pulau Weh (Sabang) di Aceh Besar, Aceh, Jumat (5/6).

 

Sejumlah warga di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur mengaku mendengar suara dentuman pada Minggu (20/9) pukul 19.00-21.00 WIB. Berdasarkan pantauan Media Indonesia di Instagram Jakarta Info, pengguna akun @toni_satrio mengaku mendengar dentuman sebanyak dua kali.

“Terdengar dua kali dentuman dari Cipinang Cempedak tadi, selang waktu dentuman pertama dan kedua antara 5-10 menit,” tulis @toni_satrio.

Warga lainnya pengguna akun @putrioktaviani20 yang berada di daerah Pasar Minggu juga mengaku mendengar suara dentuman.

“Asli Pasar Minggu kedengeran banget. Kirain tadi tetangga ngejatuhin apa gitu,” akunya.

Baca juga: Peran Media Dibutuhkan dalam Sosialisasi Mitigasi Tsunami

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil monitoring BMKG menggunakan sensor gempa yang terpasang di Citeko, Bogor dan Pondok Aren, Tanggerang tidak ada aktivitas gempa di Jakarta dan sekitarnya pada rentang waktu yang dilaporkan oleh masyarakat.

“Gempa dengan kedalaman sangat dangkal memang dapat menimbulkan suara dentuman, namun demikian saat warga melaporkan suara dentuman, BMKG tidak mencatat adanya aktivitas seismik di Jakarta dan sekitarnya,” kata Daryono dalam pernyataan tertulis, Senin (21/9).

Namun, Daryono menuturkan, berdasarkan hasil monitoring petir oleh BMKG menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan adanya beberapa aktivitas petir yang terjadi di sekitar Gunung Salak Bogor antara pukul 19.00-21.00 WIB. Dia pun mengaku, pihak BMKG tidak ingin berspekulasi terkait sumber suara dentuman yang terdengar di Jakarta Selatan dan sebagian Jakarta Timur.

“Acuan kami adalah data hasil monitoring peralatan kami yang menunjukkan bahwa ada aktivitas petir yang terjadi saat rentang waktu terdengarnya suara dentuman yang dilaporkan oleh warga. Sehingga suara dentuman tidak bersumber dari gempa bumi, tetapi ada dugaan bahwa suara tersebut bersumber dari petir,” tandasnya. (H-3)

Baca Juga

Antara

'Gilang' Mudahkan Peserta JKN-KIS Segmen PPU PN Perbarui Datanya

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:22 WIB
Per 1 November 2020 pemerintah berencana melakukan Program Registrasi Ulang (Gilang) bagi sebagian peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja...
MI/ADI KRISTIADI

Dua Warga Menjadi Korban Banjir dan Longsor di Pangandaran

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:05 WIB
 Selain itu, sedikitnya 111 rumah yang berada di enam desa dan empat kecamatan di Kabupaten Pangandaran terendam...
Dok. Pribadi

Kembangkan Potensi Anak Muda Melalui Wadah yang Tepat

👤Wisnu AS 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 12:41 WIB
Youth Ranger Indonesia hadir agar anak muda di Indonesia bisa sama-sama mengembangkan potensi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya