Senin 21 September 2020, 11:42 WIB

KPK Kecewa MA Kerap Sunat Hukuman Terpidana Korupsi

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
KPK Kecewa MA Kerap Sunat Hukuman Terpidana Korupsi

MI/Susanto
Logo Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan putusan Mahkamah Agung (MA) yang kerap mengabulkan peninjauan kembali (PK) terpidana korupsi. Teranyar, MA memangkas masa hukuman mantan anggota DPR dari Fraksi PKB Musa Zainuddin sebanyak 3 tahun.

"KPK menyayangkan semakin banyaknya putusan MA di tingkat upaya hukum luar biasa (PK) dikabulkan majelis hakim," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin (21/9).

Ali menuturkan, sebanyak 20 perkara yang ditangani KPK sepanjang 2019-2020 mendapat pengurangan masa hukuman. Namun, Ali tidak memerinci perkara apa yang disunat tersebut.

Baca juga: KPK Pastikan akan Tetap Independen

Pengurangan hukuman koruptor dinilai berdampak buruk. Khususnya dalam memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.

"Ini akan semakin memperparah berkembangnya pelaku korupsi di Indonesia," ucap Ali.

Tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan juga diyakini akan menurun. Namun, KPK tetap menghormati dan berharap fenomena tersebut tidak lagi terjadi.

"Setiap putusan majelis hakim haruslah dihormati, KPK berharap fenomena ini tidak berkepanjangan," ujar Ali.

Juru bicara berlatar belakang jaksa itu berharap komitmen memberantas korupsi tidak pernah pudar. Semua pihak mesti mendukung upaya tersebut.

"Dimulai dari pimpinan negara ini hingga penegak hukum harus memiliki visi yang sama utamanya dalam upaya pemberantasan korupsi," tegas Ali.

Musa Zainuddin, terpidana korupsi kasus proyek infrastruktur mendapat pengurangan hukuman di tingkat PK dari 9 tahun menjadi 6 tahun penjara. Musa juga dikenakan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Pemangkasan hukuman selama tiga tahun ini tertuang dalam Putusan MA Nomor 226 PK/Pid.Sus/2020 diterbitkan Kamis, 30 Juli 2020. Putusan itu diketok palu ketua majelis hakim Andi Samsan Nganro dengan hakim anggota Gazalba Saleh dan panitera pengganti Edward Agus. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Jokowi Sampaikan Penghormatan Tinggi kepada Para Dokter

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:33 WIB
Para dokter selalu hadir dalam setiap perjuangan mulai dari kebangkitan nasional, persiapan kemerdekaan, pembangunan, sampai hari ini yang...
MI/Marcel Kelen

Pakar Sebut Pengungkapan Kasus di Intan Jaya Pasti Terbuka

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 12:34 WIB
Andaikan ada oknum militer, otoritas tetap ada pada peradilan militer, bukan peradilan umum. Peradilan militer juga bersifat terbuka, jadi...
Ist

Dewan Pakar NasDemĀ Rampungkan 6 Sesi Bahas UU Cipta Kerja

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 09:48 WIB
Indonesia harus memulai dari sekarang berbagai riset dan inovasi teknologi berkaitan dengan bidang-bidang strategis yang selama ini belum...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya