Senin 21 September 2020, 11:18 WIB

Pasien Covid-19 di Klaten Bertambah 14 Orang

Djoko Sardjono | Nusantara
Pasien Covid-19 di Klaten Bertambah 14 Orang

MI/Djoko Sardjono
Dua orang mengenakan masker beraktivitas di Alun-Alun Klaten.

 

PASIEN terkonfirmasi positif covid-19 di Klaten, Jawa Tengah, setiap hari bertambah. Kali ini, ada penambahan 14 orang yang berasal dari delapan kecamatan. Sehingga, jumlah akumulatif pasien positif virus korona kini menjadi 579 orang.

Sebanyak 112 orang menjalani perawatan di rumah sakit/melakukan isolasi mandiri, 447 orang sembuh, dan 20 orang meninggal dunia.

"Kami informasikan, Minggu (20/9), ada penambahan pasien positif sebanyak 14 orang. Tetapi, juga ada sembilan pasien positif yang  dinyatakan sembuh," kata Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten Cahyono Widodo.

Baca juga: Kembali Zona Merah, Flotim Berlakukan Sanksi Denda Rp50-250 Ribu

Menurut Cahyono, pasien positif covid-19 baru itu berasal dari Kecamatan Wedi 2 orang, Delanggu 1 orang, Trucuk 2 orang, Ngawen 2 orang, Klaten Utara 1 orang, Klaten Selatan 2 orang, Bayat 1 orang, dan Kecamatan Kalikotes 3 orang.

Dari penambahan 14 pasien positif covid-19, 10 orang di antara mereka kontak erat kasus positif covid-19, tiga orang dimungkinkan terpapar saat beraktivitas di Klaten, dan satu orang lainnya tertular ketika berada di luar daerah.

"Saat ini, lima pasien positif covid-19 baru dirawat di rumah di rumah sakit. Sedangkan sembilan lainnya menjalani isolasi mandiri dengan  pengawasan ketat tim medis," kata Cahyono yang juga Kepala Dinas Kesehatan Klaten.

Adapun sembilan pasien positif yang sembuh, adalah warga asal Kecamatan Wonosari, Wedi, Cawas, Klaten Tengah, Gantiwarno, dan Prambanan. Mereka sebelumnya menjalani isolasi mandiri di bawah pengawasan ketat tim medis.

Meskipun sudah dinyatakan sembuh, menurut Cahyono, mereka tetap diharuskan untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah minimal selama tujuh hari.

Terkait penambahan pasien terkonfirmasi positif yang belum terkendali tersebut, kata Asisten I Sekretaris Daerah Rony Roekmito, faktor utamanya adalah tingkat disiplin masyarakat mematuhi kebijakan protokol kesehatan masih rendah.

Hal itu terbukti setiap operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan yang digelar tim gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan,Satpol PP, dan Orari Klaten masih banyak pelanggar protokol kesehatan yang terjaring.

"Pasien positif setiap hari bertambah. Karena itu, perlu diwaspadai.Untuk pencegahan, disiplin protokol kesehatan harus ditingkatkan. Gunakan masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan hindari kerumunan," pesannya. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Satgas Covid-19 Mebidang Tetap Gencarkan Razia Prokes

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 14:10 WIB
Satgas Covid Mebidang sempat mengalami serangan fisik secara brutal oleh kelompok preman saat merazia sebuah tempat usaha di Komplek Brayan...
DOK MI

Sudah 599 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Gowa

👤Lina Herlina 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 13:56 WIB
Kota Makassar sebagai episentrum Covid-19 di Sulsel sudah tercatat masuk zona...
DOK MI

Bawaslu Bangka Belum Temukan Pelanggaran ASN

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 13:41 WIB
Belum ditemukan adanya aparatur sipil negara di Bangka Barat yang terlibat dalam kampanye pasangan calon dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya