Senin 21 September 2020, 10:45 WIB

Klaster Pemerintah Meningkat, Kantor Pemerintah Diusulkan Tutup

Theofilus Ifan Sucipto | Humaniora
Klaster Pemerintah Meningkat, Kantor Pemerintah Diusulkan Tutup

ANTARA/Irwansyah Putra
Petugas BPBD melakukan penyemprotan disinfektan guna mengantisipasi penyebaran covid-19, di kantor Wali Kota Banda Aceh, Aceh.

 

KETUA DPP Bidang Kesehatan Partai NasDem Okky Asokawati mengusulkan kantor pemerintah yang tidak termasuk 11 sektor yang diizinkan beroperasi ditutup. Sebab, klaster pemerintah menyumbang kasus covid-19 cukup tinggi.

Adapun 11 bidang yang dimaksud meliputi kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informatika, keuangan, dan logistik. Selain itu, bidang usaha perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar atau industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional, dan industri yang bergerak memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saya mengusulkan agar kantor pemerintahan yang tidak masuk kategori 11 unit layanan publik untuk ditutup total," kata Okky dalam keterangan tertulis, Senin (21/9).

Baca juga: Positif Covid-19, Kondisi Menag dalam Keadaan Baik

Okky mengatakan tingginya klaster kantor pemerintahan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Dia mendesak pemerintah membuat langkah konkret memutus mata rantai dari klaster tersebut.

"Ini perlu dilakukan untuk menekan penyebaran covid-19 dan para pegawai dapat bekerja dari rumah," ujar dia.

Tingginya klaster kantor pemerintahan, kata Okky, menjadi preseden kurang baik bagi masyarakat. Dia menyebut klaster kantor pemerintahan dapat melahirkan klaster baru seperti keluarga dan kompleks perumahan.

"Harus diputus mata rantainya. Makanya butuh kebijakan yang ekstrem," tegas Okky.

Okky mafhum penyerapan anggaran Kementerian/Lembaga berpotensi terganggu akibat kebijakan kantor pemerintahan tutup total. Namun, perlu dicari rumusan agar penyerapan anggaran maksimal menjelang akhir tahun.

"Prinsipnya tetap memperhatikan kehati-hatian dan kewaspadaan pencegahan covid-19. Keselamatan pegawai diutamakan namun tetap memerhatikan penyerapan anggaran," tutur dia.

Okky menilai pandemi covid-19 justru menjadi momentum bagi Kementerian/Lembaga. Mereka harus konsisten menerapkan prinsip integritas dalam mengelola uang negara.

"Efektivitas dan menguatkan integritas dalam pengelolaan anggaran semestinya lebih menguat di masa pandemi ini," pungkas Okky. (OL-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Ivermectin Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Pasien Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:10 WIB
Sejumlah negara Amerika Selatan juga telah menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan dan tindakan...
Dok. Pribadi

Kowani : Sumpah Pemuda juga Momen Perjuangan Perempuan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:01 WIB
"Dua bulan setelah peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, para perempuan Indonesia menginisiasi pembentukan Perikatan...
Dok. Pribadi

Kemenpora : Potensi Pemuda Bangun Bangsa Harus Dioptimalkan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:55 WIB
Zainuddin optimistis, pemuda Indonesia bisa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk pembangunan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya