Senin 21 September 2020, 09:43 WIB

Menhub Resmikan Reaktivasi Jalur KA Cianjur-Ciranjang-Cipatat

Despian Nurhidayat | Nusantara
Menhub Resmikan Reaktivasi Jalur KA Cianjur-Ciranjang-Cipatat

Dok Kemenhub
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin (21/9), meresmikan pengoperasian reaktivasi jalur kereta api (KA) Cianjur-Ciranjang-Cipatat.

 

MENTERI Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Senin (21/9), meresmikan pengoperasian reaktivasi jalur kereta api (KA) Cianjur-Ciranjang-Cipatat yang merupakan segmen kedua dari program reaktivasi jalur KA Cianjur-Padalarang. Kegiatan itu dilaksanakan di Stasiun Cipeyeum, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Budi menjelaskan reaktivasi ini dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas jalan raya di wilayah Jawa Barat bagian selatan.

"Saat ini, kondisi lalu lintas dari Jakarta dan sekitarnya menuju wilayah Jawa Barat bagian selatan kepadatannya cukup tinggi sehingga mengakibatkan kemacetan, waktu tempuh menjadi panjang. Untuk itu, Kemenhub telah dan sedang melaksanakan pembangunan jalur ganda kereta api lintas Bogor-Sukabumi sepanjang 57 km serta melakukan program reaktivasi jalur KA Cianjur-Padalarang. Harapannya ini dapat memperlancar konektivitas dan aksesibilitas masyarakat Bogor dan Sukabumi-Padalarang dan sekitarnya," ungkapnya dalam acara pengoperasian reaktivasi jalur kereta api (KA) Cianjur-Ciranjang-Cipatat secara daring, Senin (21/9).

Baca juga: SAR Asmat Evakuasi Kru KM Adi Utama ke Dermaga Agats

Budi menambahkan, reaktivasi jalur KA Ciranjang-Cipatat ini merupakan tindak lanjut dari reaktivasi segmen 1 Cianjur-Ciranjang yang telah dilaksanakan pada 2019 lalu.

Pekerjaan segmen 2 Ciranjang-Cipatat yang telah diselesaikan di antaranya adalah peningkatan jalur KA serta normalisasi badan jalan, dengan menggunakan anggaran sebesar Rp118,8 miliar yang berasal dari APBN 2019.

Selanjutnya, akan dilakukan pembangunan segmen terakhir atau segmen 3 Cipatat-Padalarang sepanjang 13.8 kilometer yang ditargetkan akan dimulai pada 2022.

Adapun target peningkatan untuk pengoperasian jalur kereta api ini adalah peningkatan kapasitas lintas dari yang semula 3 perjalanan KA menjadi 7 perjalanan KA.

Penambahan jumlah rangkaian kereta yang sebelumnya hanya terdapat 5 rangkaian kereta bertambah menjadi 8 rangkaian.

Selain itu, waktu tempuh KA Cipatat-Sukabumi atau sebaliknya adalah 2,5 jam atau sekitar 30 menit lebih cepat dari moda transportasi darat mobil atau bus.

Serta ditargetkan pula, jumlah penumpang yang diangkut yang semula maksimal 2.169 orang per hari dapat meningkat menjadi 6.507 orang perhari.

Sementara itu, untuk KA logistik atau barang Cianjur–Padalarang, yang sebelumnya memiliki 5 rangkaian ditargetkan dapat bertambah menjadi 6 rangkaian, serta peningkatan kapasitas angkut kereta yang semula 30 ton per hari meningkat menjadi 42 ton perhari.

"Konektivitas jalur KA ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan modal share angkutan penumpang dan angkutan barang. Keberhasilan pembangunan ini merupakan bentuk komitmen dan sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan BUMN untuk konsisten membangun satu sistem transportasi perkeretaapian yang semakin memudahkan pengguna jasa. Peresmian reaktivasi jalur ini juga merupakan kado istimewa dari Kementerian Perhubungan bagi masyarakat Jawa Barat dalam rangka Hari Perhubungan Nasional yang jatuh pada 17 September 2020 lalu," kata Budi.

Menhub berharap bertambahnya jalur kereta yang sudah direaktivasi ini dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum moda kereta api serta memicu pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

"Pemerintah berharap pembangunan jalur ganda KA dan reaktivasi ini dapat mendorong masyarakat mau beralih dari moda angkutan jalan menjadi menggunakan moda kereta api. Selain itu, harapannya agar pelaku industri dan perdagangan pun mau beralih dari moda transportasi berbasis jalan raya menggunakan moda transportasi berbasis rel. Saya juga mengajak kita semua ikut bersama-sama merawat dan menjaga prasarana dan sarana perkeretaapian ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi V DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan yang telah melakukan reaktivasi jalur kereta api ini.

"Ini ada sesuatu yang luar biasa khususnya bagi masyarakat Cianjur untuk reaktivasi jalur keteta api ini. Perlu kami sampaikan, Cianjur diapit oleh Jakarta dan Bandung. Tapi seolah-olah kami ini terisolasi. Kita sulit melakukan mobilitas karena waktu terbuang di jalan. Dengan reaktifasi kembali jalur kereta api ini, saya yakin sangat berharga buat masyarakat," ujar Neng Eem.

Sebelumnya, pada 2 September lalu, telah dilakukan uji coba operasional jalur Ciranjang–Cipatat dengan menggunakan Kereta Luar Biasa yang berisi 5 rangkaian kereta dari Stasiun Ciranjang ke Stasiun Cipatat dapat ditempuh dengan kecepatan 40 km/jam, sedangkan arah sebaliknya ditempuh dengan kecepatan 60 km/jam.

Pada kesempatan yang sama, Menhub juga memberikan bantuan sebanyak 2.000 masker gratis kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur yang diwakili oleh Asisten Daerah III Kabupaten Cianjur Rahmad Hartono. (OL-1)

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Menkop Teten Luncurkan Digitalisasi UMKM Kopdit Obor Mas

👤Gabriel Langga 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:12 WIB
Teten juga mengakui ada tiga problem dasar yang dialami oleh pelaku UMKM yang ketika memasukan produknya di market...
MI/Widjajadi

Legislator Nasdem Eva Yuliana Pantau Program E-Policing di Solo

👤Widjajadi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:01 WIB
Politisi dari Dapil V Jawa Tengah ini berharap program inovatif telah diterapkan dan...
Dok MI

Global Exposure Penting Bagi Pengembangan SDM

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 20:53 WIB
Global Exposure, terang Muryanto Amin, merupakan pengembangan mental yang berupaya meningkatkan pembangunan manusia berdasarkan pemahaman...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya