Senin 21 September 2020, 09:21 WIB

Kementan Gencar Kendalikan WBC di Jawa Barat, Jaga Pangan Nasional

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Gencar Kendalikan WBC di Jawa Barat, Jaga Pangan Nasional

DOK KEMENTAN

 

Jawa Barat merupakan salah satu wilayah produksi padi terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) sangat fokus pada peningkatan produksi padi di wilayah tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan Kementan adalah pengamanan produksi dari gangguan OPT maupun penyakit salah satunya wereng batang coklat (WBC).

WBC merupakan hama utama tanaman padi yang sangat ditakuti petani karena bisa mengakibatkan gagal panen (puso). WBC menyerang tanaman padi dengan cara menghisap cairan pada batang, berkembang biak dengan cepat, serta mudah beradaptasi dengan membentuk biotipe baru.

Hama ini juga dapat menularkan penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput. Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan gencar melakukan bimbingan teknis dan gerakan pengendalian di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: Kementan Dorong Gerakan Pengendalian Hama Wereng di Tanjab Timur

Sesuai arahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi yang menghimbau agar merespons cepat permasalahan di lapangan. Pihaknya telah mengerahkan petugas lapangan untuk terus mendampingi petani dan mengawal pertanaman guna mengamankan dari serangan OPT dan penyakit hingga panen tiba.

Kepala Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT) Enie Tauruslina mengungkapkan pengamanan produksi terus dilakukan melalui bimtek dan gerdal di beberapa kabupaten di Jawa Barat dan pantura. "Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan akan terus mengawal kegiatan pengamanan produksi pangan nasional. Oleh karena itu, kami terus turun ke lapangan untuk melakukan bimtek dan gerdal terutama di wilayah endemis WBC seperti Karawang, Bekasi, Subang, Indramayu, serta Cirebon," tutur Enie.

Tim BBPOPT melaksanakan bimtek dengan beberapa materi antara lain pengendalian OPT WBC, pengendalian OPT, serta pengendalian penyakit utama dan potensial pada tanaman padi. “Diharapkan setelah bimtek dilakukan, petugas POPT dan petani  mampu memahami gejala serangan OPT tanaman padi terutama WBC sehingga mampu melakukan tindakan pengendalian baik preemtif maupun ketika terjadi serangan lanjut,” papar Surono, petugas POPT BBPOPT saat ditemui pada acara bimtek di Desa Karangtanjung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang.

Baca Juga: Serangan Hama Wereng di Gresik Jadi Perhatian Kementan

Di tempat yang sama, POPT lain yaitu Dianto menambahkan, dalam antisipasi serangan OPT diperlukan pengamatan yang intensif sebagai kunci deteksi awal keberadaan WBC.  Jika sudah ditemukan populasi di atas ambang batas pengendalian maka harus segera dilakukan pengendalian.

“Sebaiknya tuntaskan pengendalian pada generasi pertama atau G1 karena jika sudah mencapai G2 maka akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah,” papar Dianto.

Selain bimtek, berdasarkan laporan bahwa terjadi serangan WBC di beberapa lokasi maka tim BBPOPT juga melakukan pengamatan keadaan lapang sehingga dapat menentukan langkah pengendalian.
“Dari hasil pengamatan di Desa Suka Asih, Kecamatan Suka Tani, Kabupaten Bekasi kami menemukan populasi wereng dengan rerata populasi 65,7 ekor/rumpun sehingga kami merekomendasikan untuk dilakukan pengendalian dengan insektisida berbahan aktif BPMC/MIPC,” jelas Turyadi terpisah.

Baca Juga: Kementan Perkuat Peran Kostratani Sebagai Pembangunan Pertanian

Tidak hanya sampai di sini, evaluasi pengendalian dan pengamatan perlu terus dilakukan guna memastikan bahwa pengendalian efektif dan mampu menekan populasi WBC sehingga tidak sampai menimbulkan kerusakan pada pertanaman bahkan puso.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga telah memerintahkan kepada semua jajaran Kementerian Pertanian agar menuntaskan masalah-masalah pertanian seperti hama dan serangan penyakit dengan melakukan upaya-upaya maksimal untuk menjaga dan mengamankan produksi pangan nasional. (RO/OL-10)

Baca Juga

DOK MANDIRI SYARIAH

BI Dorong Penggunaan Wakaf Lintas Negara untuk Bangun Ekonomi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:29 WIB
Bank Indonesia (BI) menilai, wakaf yang tertata dengan baik dan didukung oleh teknologi diharapkan dapat mendorong mobilisasi dana...
Dok Kementan

PUPR Pastikan Irigasi di Food Estate Kalteng Mengalir Baik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:16 WIB
Pengembangan food estate di Kalteng untuk tanaman padi di lahan aluvial seluas 165.000 hektare (Ha) yang merupakan lahan eks-Pengembangan...
Ist/Kementan

Kementan Apresiasi Ekspor Perdana Telur Tetas oleh CJ PIA

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:03 WIB
Ekspor yang dilakukan PT CJ PIA ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan ekspor komoditas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya