Senin 21 September 2020, 09:16 WIB

Pendekatan Science First Jadi Komitmen Pengembang Vaksin Covid-19

Faustinus Nua | Internasional
Pendekatan Science First Jadi Komitmen Pengembang Vaksin Covid-19

AFP/Vincenzo PINTO
Seorang teknisi memeriksa tabung yang akan diisi vaksin covid-19 buatan Universitas Oxford di sebuah fasilitas di Italia.

 

ASOSIASI Industri Farmasi Singapura (SAPI) menyampaikan perusahaan farmasi berkomitmen mengutamakan pendekatan sains dalam upaya mengembangkan vaksin covid-19. Bahkan, ketika tekanan terus meningkat di tengah perlombaan global untuk mengakhiri pandemi.

Wakil Presiden SAPI Ashish Pal mengatakan pengembangan vaksin secara tradisional merupakan tugas kompleks. Proses itu dapat memakan waktu hingga 20 tahun.

"Anda memiliki fase prapenemuan yang dapat berlangsung selama dua hingga empat tahun. Uji praklinis dan klinis dapat memakan waktu antara lima dan 15 tahun dan itu tidak termasuk persetujuan regulasi dan manufaktur," katanya.

Baca juga: AS Catat Rekor Lebih Dari 1 Juta Tes Covid-19 dalam Sehari

Menurutnya, industri farmasi telah membuat kemajuan sekitar sembilan bulan sejak wabah covid-19 dimulai. Lebih dari 169 kandidat vaksin sedang dikembangkan, 26 di antaranya dalam uji coba pada manusia. Tetapi, mereka juga menyadari bahaya tergesa-gesa.

"Biasanya, proses pengembangan vaksin berlangsung lama, rumit, dan tidak kehilangan risiko," kata Pal, yang juga direktur pelaksana MSD Pharma Singapore.

"Perusahaan yang mengembangkan kandidat vaksin sekarang sedang mengerjakan banyak elemen dari proses pengembangan. Jadi (dalam banyak hal) jauh lebih berisiko, mengingat fakta bahwa banyak hal terjadi jauh lebih cepat, tetapi juga bersamaan," ungkapnya.

Meski ada kebutuhan akan urgensi, tetapi yang terpenting tidak mengorbankan keselamatan. Hal itu menjadi komitmen bersama pengembang vaksin di dunia.

Pal merujuk pada janji bersama yang dibuat sembilan pengembang vaksin di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Pengembang vaksin tersebut adalah Pfizer, GlaxoSmithKline, AstraZeneca, Johnson & Johnson, Merck & Co, Moderna, Novavax, Sanofi, dan BioNTech.

"(Mereka) menjunjung integritas proses ilmiah saat mereka bekerja menuju potensi pengajuan peraturan global dan persetujuan vaksin covid-19 pertama," tutupnya. (CNA/OL-1)

Baca Juga

MI/Seno

Pascaserangan Nice, Tunisia dan Prancis Bahas Soal Migrasi

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 01 November 2020, 05:18 WIB
Presiden Tunisia Kais Saied berbicara dengan mitranya dari Prancis Emmanuel Macron, kemarin, membahas tentang migrasi dan...
AFP PHOTO/Ozan Kose/Berkcan Zengin/Mert Cakir/Bulent Kilic

Rasanya 10 Menit seperti tidak akan Berakhir

👤AFP/Nur/Wan/X-8 🕔Minggu 01 November 2020, 03:24 WIB
Survei Geologi AS menyebutkan gempa berkekuatan magnitudo 7,0 terjadi di 14 kilometer dari Kota Karlovasi, Samos, Yunani. Sebagian besar...
MI/RommyPujianto

Tokoh Katolik Indonesia Kecam Pernyataan Presiden Macron

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 23:39 WIB
Menurutnya, pernyataan kontroversial tersebut mengganggu langkah umat Islam dan Kristen yang sedang membangun persaudaraan dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya