Senin 21 September 2020, 05:50 WIB

Gutteres tidak Ambil Tindakan

(Hym/Straits Times/I-1) | Internasional
Gutteres tidak Ambil Tindakan

(Photo by MICHAEL TEWELDE / AFP)
SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres

 

SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan kepada Dewan Keamanan pada Sabtu (19/9) bahwa dia tidak dapat mengambil tindakan apa pun atas deklarasi Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran.

Menurut Gutteres, akan ada ketidakpastian tentang masalah tersebut.‘Tampaknya ada ketidakpas-tian apakah proses tersebut ... benar-benar dimulai dan secara bersamaan apakah penghentian (sanksi) ... terus berlaku’, tulis Guterres dalam sebuah surat kepada dewan, yang dilihat Reuters.

Pejabat PBB memberikan dukungan administratif dan teknis kepada Dewan Keamanan untuk menerapkan sanksi dan Guterres menunjuk ahli independen untuk memantau implementasi.

Dia menunggu klarifikasi dari status sanksi Iran.Guterres tidak akan mengambil tindakan apa pun untuk memberikan dukungan itu. Washington berargumen hal itu memicu kembalinya sanksi yang dikenal sebagai snap-back karena resolusi PBB yang mengabadikan pakta tersebut masih menyebut AS sebagai peserta.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan kembalinya hampir semua sanksi PBB yang sebelumnya dihentikan dan, pada dasarnya, me-nyatakan kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran tidak lagi berlaku.

“Akibatnya, dunia akan lebih aman,” kata Pompeo.Dia juga memperingatkan Amerika Serikat siap menggunakan otoritas domestik mereka untuk memberlakukan konsekuensi bagi negara lain yang tidak memberlakukan sanksi.

Beberapa menit setelah pernyataan Pompeo, Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengatakan sanksi itu ‘batal demi hukum’.“Batas waktu ‘ilegal dan palsu’ AS telah datang dan pergi,” kata Ravanchi di Twitter.

Dia memperingatkan, “Berenang melawan arus internasional hanya akan membuat Amerika Serikat semakin terisolasi.

”Di Iran, Presiden Hassan Rouhani mendeklarasikan Sabtu dan Minggu sebagai ‘hari kemenangan’ sesuai dengan apa yang dia gambarkan sebagai upaya AS yang ompong untuk menghukum negaranya.“Ini kemenangan bersejarah bagi Iran,” katanya, menambah-kan, “AS terisolasi dan malu.

”Sehari sebelumnya, Inggris, Prancis, dan Jerman mengata-kan dalam sebuah surat sanksi--yang telah ditangguhkan PBB setelah penandatanganan perjanjian nuklir 2015--tidak akan memiliki efek hukum.

Sanksi PBB itu telah ada sebelum era Barack Obama menegosiasikan perjanjian nuklir Iran 2015.

Untuk menggarisbawahi oposisi mendasar mereka, surat itu mengatakan ketiga negara akan bekerja untuk mempertahankan perjanjian nuklir 2015, yang mereka negosiasikan bersama dengan AS, Tiongkok, dan Rusia, bahkan ketika Washington berusaha untuk menghancurkan sisa-sisanya.

Pemerintahan Trump menarik diri dari perjanjian lebih dari dua tahun lalu. (Hym/Straits Times/I-1)

Baca Juga

JEON HYEONG-JIN / AFP FILES / AFP

Bos Samsung Wafat, Segini Harta yang Ditinggalkan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 14:39 WIB
Konglomerat dari Negeri Ginseng itu memegang US$376 miliar aset atau Rp5507 triliun, menurut Komisi Perdagangan Adil Korea...
Antara

Penelitian di Inggris, Antibodi Covid-19 Tidak Bertahan Lama

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 14:13 WIB
Temuan itu menunjukkan perlindungan setelah infeksi mungkin tidak bertahan lama dan meningkatkan prospek penurunan kekebalan di...
AFP/Michal Cizek

Rep Ceko Berlakukan Jam Malam untuk Tekan Kasus Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 12:06 WIB
Negara berpenduduk 10,7 juta jiwa itu telah mencatatkan lebih dari 260 ribu kasus dan lebih dari 2.300 kematian sejak pandemi dimulai pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya