Minggu 20 September 2020, 19:27 WIB

Pemprov DKI Tengah Susun Rancangan Perda PSBB

Hilda Julaika | Megapolitan
Pemprov DKI Tengah Susun Rancangan Perda PSBB

MI/RAMDANI
Pekerja berjalan di trotoar Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (21/4).

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyusun rancangan atau draf Peraturan Daerah (Perda) PSBB yang diberlakukan di Jakarta. Hal ini diutarakan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah DKI Jakarta Sri Haryati.

"Sudah mulai disusun draf Perda PSBB nya," kata Sri saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (20/9).

Baca juga: Pengamat Pertanyakan Perppu Baru Soal Pilkada

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan akan mengusulkan raperda tentang aturan pelaksanaan PSBB berikut sanksi-sanksinya. Hal itu disebabkan saat ini PSBB hanya diatur melalui peraturan kepala daerah yakni Peraturan Gubernur No 33 tahun 2020, No 79 tahun 2002, dan Pergub No 88 tahun 2020. Hal itu berdampak menjadikan aturan PSBB memiliki dasar hukum yang lemah.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai penerbitan Peraturan Daerah (Perda) tentang PSBB di Jakarta mendesak diterbitkan. Pasalnya 3 Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur PSBB masih lemah penegakan hukum dan sanksinya.

"Memang sangat mendesak diterbitkan. Karena di dalam Pergub yang mengatur PSBB ini masih lemah pemberian sanksinya. Sementara sanksi dalam sistem hukum di Indonesia itu yang bisa menyalurkan sanksi kuat adalah Undang-undang, Perpru, atau Perda," kata Trubus kepada Media Indonesia, Minggu (20/9).

Lebih lanjut Trubus menjelaskan, sejauh ini aturan mengenai PSBB di bawah payung hukum Inpres No 6 Tahun 2020. Hukum ini memberikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan yang selanjutnya presiden memerintahkan ke kepala daerah untuk menyusun peraturannya. Namun, pada umumnya kepala daerah menerbitkan Pergub, Peraturan Bupati, atau Peraturan Wali Kota karena dianggap lebih cepat.

"Tetapi persoalannya ketika di dalamnya mengandung sanksi. Itu tentu jadi lemah, nggak bisa dianggap sebagai sebuah aturan yang terus menerus," jelasnya. (OL-6)
 

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Cuti Bersama, Jumlah Penumpang di Terminal Meningkat

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:25 WIB
Kepala BPTJ Polana B. Pramesti menjelaskan bahwa kenaikan rata-rata jumlah penumpang yang tercatat antara 23%-62% tersebut terjadi pada 22...
MI/Rudi Kurniawansyah

Kapolri Dorong Humas Polri Berbenah dan Objektif

👤Yakub Pryatama 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:20 WIB
Humas Polri diharapkan selalu mengambil peran alias partisipatif dalam setiap momentum guna mendukung terpeliharanya Kemanan dan Ketertiban...
MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Pasien Isolasi Mandiri Wisma Atlet Berkurang 110 Orang

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:50 WIB
Update perkembangan pasien isolasi mandiri di Wisma Atlet ada pengurangan 110 pasien isolasi hari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya