Minggu 20 September 2020, 12:35 WIB

Pandemi Jadi Momentum Penguatan Trasportasi Berbasis Rel

Raja Suhud | Ekonomi
Pandemi Jadi Momentum Penguatan Trasportasi Berbasis Rel

Dok. KAI
Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel di Kantor Pusat KAI.

 

PEMERINTAH dan berbagai pihak terkait diingatkan untuk berkomitmen kuat menjadikan transportasi massal berbasis rel sebagai primadona infrastruktur pengangkutan penumpang, kargo, dan barang yang strategis. 

Komitmen ini mendesak di tengah tuntutan penyediaan tarsnportasi pengangkutan penumpang yang cepat dan tinggi, efisiensi biaya logistik yang kompetitif, dan penghematan anggaran negara untuk biaya pemeliharaan maupun perawatan infrastturut transportasi lainnya.

“Kita tidak bisa membiarkan PT KAI berpikir sendirian melakukan pemeliharaan infrastruktur PT KAI yang relatif tua, restorasi stasiun dan aset yang luar biasa besar menjadi baik dan menarik, serta  mengadakan investasi baru untuk angkutan massal berbasis rel yang modern. Pemerintah harus mengambil momentum di era pandemi saat ini guna  perbaikan menyeluruh PT KAI,” kata Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel,  di atas KA Parahyangan Jakarta-Bandung, Sabtu (19/09/2020), dalam rangka kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT KAI, di Bandung Jawa Barat.

Menurut Rachmat, kunjungan kerja ke PT KAI dengan transportasi kereta untuk merasakan dan mendengarkan secara  langsung keunggulan dan permasalahan transportasi berbasis rel. Perjalanan ini selain mengetahui fakta secara langsung, sekaligus sebagai mekanisme kontrol DPR. 

Pihaknya juga  ingin mengetahui efektivitas rencana pemerintah untuk memberikan tambahan  penanaman modal negara (PMN) sebesar Rp 3,6 triliun membantu PT KA menghadapi beban krisis ekonomi akibat dihantam pandemi Covid-19. 

Sebelumnya pada  2015,  BUMN strategis ini mendapat PMN sebesar Rp2 triliun dan tahun 2017 mendapat tambahan PNM Rp2 triliun, sehingga totalnya akan  menjadi Rp 7,6 triliun.

Menurut Legislator Partai Nasdem, meski sudah ada komitmen bersama, namun keberadaan dan penguatan trasnportasi bebasis rel harus terus dihadirkan kembali sebagai infrastruktur vital. Sebab kemajuan transportasi berbasis rel merupakan indikator  kemajuan pembangunan suatu negara. Di berbagai negara maju dan industri di dunia, selalu bertumpu pada kemajuan angkutan massal dan barang bebasis rel, seperti jepang, China, dan Eropa. 

Manfaat strategis dari angkutan berbasis rel banyak sekali karena daya tariknya  yang luar biasa besar dan ekonomis dibandingkan moda angkutan lain. Pada sisi daya angkut misalnya, angkutan kereta penumpang setara dengan 300 truk dengan beban 10 ton. Pembiayaan perawatan murah dan lebih panjang sehingga lebih efisien dan hemat biaya negara. 

Kereta juga mampu menyediakan layanan transportasi prima dan berorientasi pada pengguna. Layanan jasa kereta felskibel sehingga mampu melakukan pelayanan untuk golongan kelas ekonomi bawah, menengah hingga atas di Indonesia. 

Agenda prioritas


Melihat signifikasi vital dan strategis tersebut maka jasa transportasi berbasis rel harus menjadi agenda prioritas Presiden Jokowi dalam lima tahun ke depan. 

Pihaknya yakin, hal itu sangat mungkin dilakukan jika melihat selama ini program kerja Presiden Jokowi yang menugaskan Kementeriaan Perhubungan, Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kementeriaan BUMN dalam pembangunan infrastruktur transortasi berbasis rel yang masif dalam lima tahun terakhir. 

Di sisi lain, tambah Rachmat, PT KAI sendiri harus bisa menjalankan bisnis dengan konsep menunjang efisiensi dan peningkatan ekonomi, serta pembangunan negara maupun pertumbuhan ekonomi yang tinggi. 

PT KAI juga harus berperan sebagai perusahaan negara dengan program program penyelamatan ekonomi dan berkomitmen menjadi ladang lapangan kerja yang  produktif  bagi sumber daya manusia Indonesia. Membuka peluang bisnis kemitraan bagi ekonomi skala kecil dan menengah dalam sektor jasa dan barang tertentu.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo dalam pertemuan itu merespon positif, sekaligus mengapresiasi DPR mendukung pencairan dana PNM serta menjadikan transportasi berbasis rel sebagai prioritas. 

Pihaknya meminta dukungan berbagai pihak termasuk DPR meningkatkan dan mengoptimalkan konektivitas nasional untuk mencapai keseimbangan pembangunan dan membangun transportasi massal perkotaan. Transportasi bebasis rel yang maju akan menjadikan Indonesia menjadi negara kompetitif dalam lingkup perkembangan ekonomi global.

Pihaknya juga  akan fokus menyelesaikan rencana pembangungan MRT fase kedua, pmbangunan proyek kereta cepat, dan keberlangsungan pembangunan LRT yang terintegrasi di Jabodetabek sesuai rencana pemerintah dalam Rencana Induk Perekeretapian Nasional (RIPNAS 2010- 2030).

 Namun program utama saat ini adalah membangun  jaringan perkeretaapian nasional pada tahun 2030 sepanjang 12.100 km (Pulau Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua), termasuk jaringan kereta api perkotaan sepanjang 3.800 km. 

Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha PT KAI Jeffrie N. Korompis mengatakan, manajemen saat ini tengah berusaha keras untuk menningkatkan performa bisnis PT KAI. Pihak tengah mempelajari berbagai aset yang relatif tua, serta mengembbangkan properti PT KAI yang menarik dan memikiki sejarah sebagai pusat destinasi baru pariwisata dan bisnis. 

“Kita kini terus mempelajari secara mendalam PT KAI. Salah satu program mendesak adalah menjadikan stasiun dan jalur perjalanan sebagai destinasi wisata yang menarik sentra ekonomi bagi mitra UKM dan pebisnis lainnya. Dengan demikian tujuan menjadikan entitas bisnis PT KAI lebih baik lagi, dan membangun daya beli masyarakat, serta menghidupkan para pelaku bisnis, terutama UKM,” kata Jeffrie. (RO/E-1)
 

Baca Juga

MI/Ramdani

Indonesia Berpotensi jadi Pusat Produsen Halal Dunia tapi...

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:55 WIB
INDONESIA berpeluang menjadi pusat produsen halal dunia, tapi butuh kerja keras dan kerja sama semua sekor. Baik pemerintah, swasta, BUMN...
Antara/Dedhez Anggara

Bank Dunia Kucurkan US$1 Juta untuk Sektor Perikanan RI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 13:28 WIB
Pembiayaan itu bertujuan mendukung investasi berkelanjutan di sektor perikanan Indonesia. Serta, meningkatkan kesejahteraan warga yang...
MI/Bagus Suryo

Ekonomi di Ambang Resesi, Rencana Kenaikan Cukai Terus Berlanjut

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 13:02 WIB
Kenaikan cukai rokok yang sangat tinggi, yaitu rata-rata 23% dibarengi dengan kenaikan Harga Jual Eceran sebesar 35% bisa berdampak pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya